Home >> My Life >> My Note >> Pandangan para ulama tentang qana’ah
Dunia Menjadi Indah Dengan Qona'ah

Pandangan para ulama tentang qana’ah

Imam al hafidz abu bakar ahmad bin Muhammad bin ishaq ad daenuri berkata : “Diriwayatkan kepada kami oleh syeh imam al hafidh abu thahir ahmad bin Muhammad bin ahmad as salafi al ashbihani dengan membaca dan aku mendengarkan di hari jumat tanggal sepuluh jumadil ula tahun 573, di perbatasan iskandariyah, dari syeh abu bakar ahmad bin Muhammad bin ahmad bin musa bin marwadaih bin fauruk bin ja’far dengan membaca dan aku mendengar di Isfahan tahun 491, dari abu qasim ali bin umar bin ishaq bin Ibrahim al asdabazi al hamadani dengan membaca di bulan sya’ban tahun 419, dari abu bakar ahmad bin Muhammad bin ishaq bin asuni al hafidh :

Qanaah adalah ridha dengan pembagian. Di katakan, seseorang di katakan qana’ah ketika dia rela.

Abu dzu’aib al hadzali berkata: nafsu akan suka jika kamu menyenangkannya dan jika kamu menolak kepada yang sedikit dia akan menerima.”

Lubaid berkata: “Sebagian manusia adalah orang yang beruntung, yang mengambil bagiannya. Dan sebagian dari mereka adalah orang yang celaka dengan kehidupannya, yang menerima apa adanya.”

Ulama lain berkata: “Rizki mempunyai banyak sebab, kami berangkat pagi dan pulang sore, dan aku sendiri di antara orang yang berangkat berangkat pagi dan pulang sore dari sebab tersebut, aku menerima dengan kain ketiadaan dari pakaian kekayaan dan dari sejuknya ketiadaan dengan harta yang manis.”

Ulama lain berkata: “Dengan apa yang diberikan kepadamu, jadilah kamu sebagai orang yang menerima, kamu akan dapat memelihara kehidupan yang menerima, orang yang merasa cukup. Seperti sebuah pelita, yang hidupnya bergantung dengan minyak tanah. Jika pelita itu sudah menghabiskan minyaknya, diapun padam.”

Dunia Menjadi Indah Dengan Qona'ah
Dunia Menjadi Indah Dengan Qona’ah

Keutamaan Sifat Qana’ah

Di riwayatkan kepada kami oleh abu ya’la ahmad bin ali bin al mutsanna 1 maushili, dari ahmad bin isa al mishri, dari ibnu wahab dari abu hani hamid bin hani, dari amr bin maslik, dari fudhalah bin ubaid al anshari, bahwa dia mendengar rasulullah saw tentang keutamaan sifat qanaah , bersabda :

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ هُدِيَ لِلإِسْلامِ ، وَكَانَ عَيْشُهُ كَفَافًا وَقَنَعَ بِهِ

Artinya : Berbahagialah orang yang mendapat petunjuk kepada islam, hidup berkecukupan dan menerimanya. “ sanad shahih

Diriwayatkan kepadaku oleh yusuf bin Muhammad bin al farj, dari yahya bin abduk, dari abu abdur rahman al muqri, dari hayawah, dari abu hani, dari abu ali al janabi, dari fadhalah bin ubaid bahwa dia mendengar rasulullah saw, bersabda :

 حَدَّثَنِي يُوسُفُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْفَرَجِ ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ عَبْدَكَ ، حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمُقْرِيُّ ، حَدَّثَنَا حَيْوَةُ ، أَخْبَرَنِي أَبُو هَانِي ، أَنَّ أَبَا عَلِيٍّ الْجَنْبِيَّ ، أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ فَضَالَةَ بْنَ عُبَيْدٍ ، يَقُولُ : أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَقُولُ : ” طُوبَى لِمَنْ هُدِيَ إِلَى الإِسْلامِ وَكَانَ عَيْشُهُ كَفَافًا ، وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ ” *** ابن السني

Artinya : beruntunglah orang yang mendapat petunjuk kepada islam, hidup berkecukupan dan allah swt, menjadikannya menerima dengan apa yang diberikan kepadanya.

Di katakan kepada abu yazid al busthami: “Dengan apa kamu mencapai apa yang kamu capai ?” dia menjawab: aku mengumpulkan sebab dunia, lalu aku mengikatnya dengan tali qanaah, meletakannya di dalam pelontar kejujuran dan aku melemparkannya ke dalam samudera keputus asaan. Akupun merasa nyaman.”

Di riwayatkan kepadaku oleh umar bin sahal, dari Abdullah bin ahmad bin hanbal, dari ayahku, dari yahya bin abdul malik, dari zam’ah bin sholih, berkata: “ seorang pemimpin bani umayyah menulis surat kepadaku, dia bermaksud melaporkan sebagian kebutuhannya kepadanya. Dia membalas surat itu: “ selanjutnya, suratmu telah aku terima. Kamu bermaksud aku melaporkan kebutuhanku kepadamu, tapi itu sudah jauh tertinggal. Aku telah melaporkan kebutuhanku kepada tuhanku. Apapun yang diberikan-Nya aku terima dan apapun yang di tahan dariku, aku menerima.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.