Home >> Kesehatan >> BPJS Ketenagakerjaan >> Keuntungan Peserta BPJS Ketenagakerjaan Berupa JKK

Keuntungan Peserta BPJS Ketenagakerjaan Berupa JKK

BPJS Ketenagakerjaan yang mana bisa saja memiliki sesuatu tugas pokok yang mana untuk memberikan suatu jaminan yang berbentuk social akan halnya kepada seluruh yang rutinitasnya bertenaga kerja yang berada di negara Indonesia. Jaminan yang berbentuk sosial yang mana bisa saja diberikan dan juga diantaranya suatu Jaminan dari segi Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Kecelakaan Kerja (JKK),  dan Jaminan Kematian (JKM).

Suatu resiko yang mana bisa saja terjadi, yang mana berhubungan dengan suatu pekerjaan. Peserta BPJS Kesehatan, yang mana anda bisa saja mendapatkan suatu jaminan yang berbentuk sosial yang mana kami telah  sebutkan yang ada diatas. Misalnya JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja), peserta yang mana mengalami suatu kecelakaan pada saat anda bekerja maka para peserta bisa saja mendapatkan suatu jaminan yang mana bisa saja ditanggung oleh BPJS Ketengakerjaan.

Keuntungan Peserta BPJS Ketenagakerjaan JKK

Program JKK Dan BPJS Ketenagakerjaan merupakan peserta yang mana mengalami suatu kecelakaan pada saat anda bekerja maka suatu peserta bisa saja mendapatkan suatu perawatan dan dan juga suatu pengobatan yang begitu gratis, biaya nya akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan, dan juga akan dirawat sampai anda benar-benar sembuh.

Peserta akan mendapatkan berupa santunan yang mana dalam bentuk “Tunai”.  Yang mana uang tersebut adalah suatu biaya yang mana bisa saja untuk anjuran ke rumah sakit yang mana maksimalnya adalah Rp 1 juta angkutan berbentuk darat, sungai dan danau, Rp 1, 5 juta angkutan yang berbentuk laut dan Rp 2,5 Juta angkutan berbentuk udara.

BPJS Ketenagakerjaan tetap bisa memberikan suatu pengganti gaji yang mana selama sakitnya, yakni bisa sampai 100 persen dari segi gaji yang mana selama 6 bulan pertama, dan 75 persen selama 6 bulan ke-2, dan 50 persen selama 6 bulan ke-3.

( Tidak bekerja sementara, yang mana dirawat, akan halnya kaki yang patah dan juga harus dirawat selama 2 bulan, maka itu bisa juga suatu penghasilan yang mana tidak boleh berhenti, dan juga keluarganya harus ada dari suatu pembiayaan yang bisa diterima ).

Peserta yang mengalami cacat yang mana akan diberi suatu santunan dari BPJS Ketenagakerjaan. Jenis dan juga persentasi kecacatan yang mana bisa saja dinyatakan oleh Dokter yang mana merawatnya dan juga dokter sebagai penasehat yang mana sudah ditunjuk oleh suatu Kementerian yang berbentuk Ketenagakerjaan.

Suatu perhitungan yang mana bagi yang cacat yang mana sebagian yang berbentuk anatomis yang mana sebesar persentase, yang dikali 80, dan juga dikali pada upah sebulan. Untuk yang cacat yang mana sebagian bisa menjadi fungsi, yaitu persentase yang bisa berkurang, fungsi yang dikali persentase yang mana di sesuaikan oleh tabel, yang mana dikali 80,  dan juga dikali  dari upah sebulan. Cacat total 70 persen, yang dikali 80,  dan juga dikali dari upah sebulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.