Home >> Binatang Peliharaan >> Tips Beternak Kelinci Pedaging dengan Mudah Murah dan Efektif
Beternak Kelinci Pedaging

Tips Beternak Kelinci Pedaging dengan Mudah Murah dan Efektif

Sekarang ini kami akan memeberikan informasi kepada kalian yaitu bagaimana cara mengelola bisnis yang mudah dan sederhana, akan tetapi memiliki asset investasi yang besar, tak ternilai pula harganya untuk di masa mendatang. Untuk itu kalian bisa berbisnis bisnis yang satu ini yaitu beternak kelinci pedaging dengan mudah, murah dan efektif. Ikuti cara di bawah ini :

Persyaratan Lokasi

Tahap yang pertama yang harus kalian perhatikan adalah lokasi kalian beternak kelinci, persyaratannya ialah dekat dengan sumber air, jauh dari tempat kediaman, bebas dari gangguan asap, bebas dari bau yang tidak enak, jauh dari suara bising, dan supaya terlindung dari predator.

Pedoman Teknis Budidaya

Tahap yang ke 2 yang perlu di perhatikan di dalam usaha beternak kelinci ialah persiapan lokasi yang sesuai, pembuatan kandangnya, penyediaan bibit dan penyediaan pakannya juga semuanya itu harus di perhatikan.

Penyiapan Sarana dan Perlengkapan

Fungsi kandang ialah untuk tempat berkembang biak, dan suhu ideal untuk kandang 21 derajat C, sirkulasi udara lancar, Lama pencahayaan yang ideal 12 jam dan melindungi ternak dari ancaman predator.

Menurut dengan kegunaannya kandang kelinci di bedakan menjadi kandang induk, untuk induk atau kelinci dewasa atau induk dan anak-anak dari kelinci, kandang jantan, khususnya untuk pejantan dengan ukuran yang lebih besar dan kandangnya anak lepas sapih.

Untuk menghindari perkawinan di awal kelompok, di lakukan pemisahan antara kelinci jantan dengan kelinci betina. Kandang kelinci dengan ukuran 200 x 70 x 70 cm dang tinggi alasnya 50 cm cukup untuk 12 ekor kelinci betina atau 10 ekor kelinci jantan, kandang anak atau kotak beranak ukurannya 50x30x45 cm.

Menurut dengan bentuk kandang kelinci di bagi menjadi beberapa bagian :

  • Kandang Sistem postal : tidak dengan halaman pengumbaran, di tempatkan di dalam ruangan dan cocok untuk kelinci yang berusia muda.
  • Kandang system battery : kandang ini mirip dengan sangkar yang berderet, dimana satu sangkar itu untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery/berjajar, Pyramidal Baterry/susunan piramida, Tier Battery/bertingkat.
  • Kandang system ranch : sangkar atau kandang ini di lengkapi dengan halaman pengumbaran.

Perlengkapan kandang yang di perlukan ialah tempat untuk pakan dan minum yang tahan banting/tidak mudah pecah dan mudah untuk di bersihkan.

Pembibitan

Syarat untuk beternak itu tergantung dari tujuan utamanya di dalam beternak kelinci tersebut, untuk tujuan jenis bulunya maka ya jenis Angora, American Chinchilla dan Rex itu merupakan kelinci ternak yang cocok. Sedangkan jika tujuannya yaitu dagingnya yang di cari maka ya jenis Belgian, Californian, Havana, New Zealand, Flemish Giant, dan Himalayan itu merupakan kelinci ternak yang cocok.

  • Pemilihan bibit dan calon induk. Jika beternak tujuannya untuk dagingnya, maka pilihlah jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik. Sedangkan jika kalian tujuan memliharanya untuk bulunya, maka kalian supaya memilih kelinci yang mempunyai potensi genetic pertumbuhan bulu yang baik. Secara spesifik untuk memelihara kedua kelinci tersebut harus memiliki sifat fertilitas yang tinggi, tidak cacat, matanya bersih, tidak mudah nervous, bulunya tidak kusam, terawatt, dan lincah atau aktif bergerak.
  • Perawatan bibit dan calon induk. Perawatan bibitnya juga tergantung dari induknya yang baik , oleh karena itu perawatan yang paling utama yang paling di perhatikan ialah pemberian makan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandangnya yang baik serta bisa mencegah kandang tersebut dari gangguan luar.
  • Sistem Pemuliabiakan. Untuk mendapatkan keturunan yang lebih baik lagi dan mempertahankan sifat yang spesifiknya, maka dari itu pembiakan dibedakan menjadi 3 kategori :

a. Cross Breeding/silang luar, untuk mendapatkan keturunan yang lebih baik atau menambah sifat-sifat unggul dari para kelinci.

b. Pure Line Breeding/silang antara bibit murai, untuk mendapat bangsa atau jenis baru yang di harapkan mempunyai penampilan yang merupakan perpaduan dari kedua bibit yang unggul.

c.  In Breeding/silang dalam, untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik ya misalnya bulu dari kelinci, proporsi daging dari kelinci.

  • Reproduksi dan Perkawinan. Kelinci betina supaya segera di kawinkan ketika mencapai dewasanya pada umur 5 bulan (betina dan jantan). Jika umurnya kelinci terlalu muda kesehatannya akan terganggu dan mortalitas anak tinggi, jika pejantan pertama kali mengawini/sebelumnya belum pernah maka sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Ketika proses pengawinan pagi/sore hari di kandangnya pejantan dan biarkan saja hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu baru si pejantan di pisahkan. 
  • Proses Kelahiran. Setelah perkawinan tersebut kelinci akan mengalami kebuntingan/kehamilan selama 30 hingga 32 hari. Kebuntingan/kehamilan pada kelinci bisa di deteksi dengan cara meraba perut dari kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan, jika kalian merasakan seperti ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan pada kelinci betina. jika sudah lima hari menjelang kelahiran, maka induk kelinci di pindahkan ke kandang beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat untuk anak kelinci dengan cara merontokkan bulunya. Kelinci melahirkan biasanya terjadi pada malam hari dengan kondisi anak lemah, matanya tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang di lahirkan pun bervariasi sekitar kurang lebih 6-10 ekor. 
  • Pemeliharaan 

  1. Pemberian Pakan. Jenis pakan yang di berikan kepada kelinci meliputi dedaunan hijau seperti halnya rumput lapangan, rumput gajah, kalau sayuran yaitu kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat untuk kelinci seperti jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. 
  2. Perawatan Ternak. Penyapihan anak dari kelinci di lakukan setelah umur 7 hingga 8 minggu, anak sapihan di tempatkan pada kandang tersendiri dengan isi pada setiap kandang 2 hingga 3 ekor dan di sediakan pakan yang cukup dan berkualitas pula. Pemisahan berdasarkan kelamin, perlu juga di dalam mencegah kedewasaan yang terlalu dini dan pengebirian bisa di lakukan saat menjelang dewasa. Pada umumnya itu di lakukan pada kelinci jantan dengan cara membuang testisnya. 
  3.  Pengontrolan Penyakit. Kelinci yang terkena/terserang penyakit pada umumnya mempunyai gejala lesu, nafsu makannya turun, dan suhu badan naik serta mata sayu. Jika kelinci menunjukkan hal ini, maka segera mungkin untuk di karantinakan dan benda pencemar/menggangu juga segera di singkirkan dari kelinci untuk mencegah wabah penyakit yang akhirnya terkena juga pada yang lain.
  4. Sanitasi dan Tindakan Preventif. Tempat pemeliharaan di usahakan selalu kering supaya tidak menjadi sarang penyakit, tempat yang lembab dan basah nantinya akan menyebabkan kelinci mudah terkena pilek dan terserang penyakit kulit.Untuk memenuhi kebutuhan pakan pada kelinci, kelinci perlu di berikan pakan tambahan yaitu berupa konsentrat yang bisa kalian beli di toko-toko pakan ternak. Supaya pertumbuhan kelinci mencapai bobot sesuai dengan target waktu, maka sangat perlu di berikan tambahan nutrisi berupa Viterna, Poc Nasa, Hormonik pada pakan konsentrat tersebut. Di dalam pemberian nutrisi tambahan pada kelinci selain pada makanan konsetrat, juga pada minumannya kelinci.

    Cara pengaplikasiannya yaitu : 

    1. Tahap pertama campurkan terlebih dahulu 1 botol Viterna + 1 botol Poc Nasa + 1 botol Hormonik ke dalam satu tempat khusus dan kocok/campurkan hingga tercampur sempurna.
    2. Tahap kedua ambilah larutan yang sudah tercampur tadi dengan ukuran 5 cc/setengah tutup botol untuk 10 liter air minum, pemberian air minum ini perlu di sediakan di kandang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya. 
    3. Tahap terakhir ambilah 5 cc/setengah tutup lalu di campurkan dengan sedikit air untuk pembasah pada pakan konsentrat tersebut, pemberian pakan konsentrat ini cukup di berikan sehari sekali saja pada pagi hari jangan berlnihan di dalam pemberiannya, selebihnya gunakan pakan hijau-hijauan.

    5. Pemeliharaan Kandang. Lantai/alas dari kandang kelinci, tempat pakan dan minumnya, sisa pakan dan kotoran kelincinya setiap hari harus selalu di bersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar matahari pagi harus masuk ke dalam kandang untuk membunuh bibit-bibit penyakit, dinding kandang di cat dengan kapur/ter dan kandang bekas kelinci yang sakit harus di bersihkan dengan kreolin/lysol. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *