Home >> Kesehatan >> BPJS Ketenagakerjaan >> Percayakan Jaminan Hari Tua dengan BPJS Ketenagakerjaan

Percayakan Jaminan Hari Tua dengan BPJS Ketenagakerjaan

Lambat laun seseorang pasti akan menemui masa tua. Di masa itulah segala sesuatu harus dipersiapkan dengan baik. Kondisi fisik yang sudah menua akan sangat rentan terhadap berbagai macam penyakit. Selain itu, kesejahteraan keluarga juga menjadi hal penting yang harus dipersiapkan. Tidak mungkin, anda akan bekerja terus di saat tua nanti. Oleh karena itu, anda harus memiliki jaminan hari tua.

Banyak perusahaan atau badan usaha yang memberikan jaminan hari tua. BPJS Ketenagakerjaan adalah contohnya. BPJS Ketenagakerjaan merupakan perusahaan milik pemerintah yang menyelenggarakan jaminan social ketenagakerjaan. Dulunya, BPJS Ketenagakerjaan ini bernama PT.Jamsostek. pada tahun 2014 pemerintah kemudian mengganti nama dari Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan.

Jaminan Hari Tua dengan BPJS Ketenagakerjaan

Mempercayakan jaminan hari tua kepada BPJS Ketenagakerjaan merupakan pilihan yang tepat. Sebab, program jaminan hari tua BPJS Ketenagakerjaan memiliki keunggulan yakni peserta BPJS Ketenagakerjaan akan mendapatkan uang tunai yang besarnya akumulasi dari iuran yang dibayarkan ditambah hasil dari pengembangan uang iuran tersebut. Dan, uang jaminan hari tua  itu akan dibayarkan sekaligus dengan ketentuan peserta BPJS Ketenagakerjaan telah berusia 56 tahun; atau Meninggal dunia; atau cacat total tetap.

Apakah uang tidak bisa diambil sebelum berusia 56 tahun?

Nah, inilah kelebihan BPJS ketenagakerjaan. Uang peserta jaminan hari tua BPJS Ketenagakerjaan bisa diambil meskipun belum memasuki usia 56 tahun. Uang tersebut bisa diambil jikalau peserta telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan minimal 10 tahun. Adapun ketentuanya adalah sebagai berikut:

  1. Dapat diambil maksimal 10 persen dari total saldo untuk persiapan pensiun
  2. Dapat diambil maksimal 30 persen untuk uang perumahan

Namun yang perlu digaris bawahi adalah peserta hanya bisa mengambil sebanyak sekali selama menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Bagi peserta BPJS ketenagakerjaan yang telah memasuki usia 56 tahun tetapi masih tetap ingin bekerja, peserta BPJS ketenagakerjaan dapat menunda pembayaran jaminan hari tua BPJS ketenagakerjaan. Uang jaminan hari tua tersebut kemudian akan dibayarkan saat peserta telah memutuskan pensiun dari pekerjaanya.

Kepada siapa uang jaminan hari tua BPJS ketenagakerjaan akan diberikan jika peserta BPJS ketenagakerjaan meninggal dunia?

Peserta BPJS ketenagakerjaan tidak perlu khawatir dengan uang jaminan hari tua jikalau peserta meninggal dunia. Sebab, uang tersebut akan diberikan kepada ahli waris sebagai mana di bawah ini:

  1. Janda atau duda
  2. Anak
  3. Orant tua, cucu
  4. Saudara kandung
  5. Mertua
  6. Orang yang ditunjuk dalam wasiat peserta

Lalu, bagaimana jika tidak ada ahli waris atau wasiat dari peserta BPJS ketenagakerjaan?

Apabila tidak ada ahli waris atau wasiat dari peserta BPJS ketenagakerjaan maka uang Jaminan Hari Tua (JHT) akan dikembalikan ke balai harta peninggalan.

Untuk memberikan kenyamanan kepada peserta, BPJS ketenagakerjaan sangat terbuka memberikan informasi besaran saldo jaminan hari tua dan juga hasil pengembangan kepada peserta. Minimal setahun sekali BPJS ketenagakerjaan akan memberikan informasi besarnya saldo jaminan hari tua (JHT) ditambah hasil pengembangan.

Dengan banyaknya kelebihan yang ditawarkan, tidak ada salahnya untuk mempercayakan jaminan hari tua kepada BPJS ketenagakerjaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *