Home >> My Life >> My Note >> Nasib Wajah Ndeso dan Berpenampilan Lusuh, Cari Makan di Respon Lambat
Wajah Orang Desa

Nasib Wajah Ndeso dan Berpenampilan Lusuh, Cari Makan di Respon Lambat

Penampilan adalah salah satu faktor penting dalam kehidupan sehari hari. Kalau ingin terlihat kaya tinggal kemana mana pakai yang nyetil, elegan dan menenteng smartphone. Tapi awalnya saya juga seperti itu orang berwibawa dan elegant. Setelah menghadiri acara temu bisnis pelaku usaha Jawa timur dan DI Yogyakarta, saya langsung meluncur ke Mojokerto karena ada suatu hal yang harus dikerjakan.

Dapat Undangan Khusus - Penampilan Awal
Dapat Undangan Khusus – Penampilan Awal

Karena sumuk dan tidak terbiasa pakai sepatu pantofel, saya lepas plus baju batik yang saya gunakan saya taruh mobil. Saat saya cari sandal dan kaos pengganti ternyata di mobil tidak ada. Ya sudah, terpaksa tidak pakai sandal atau sepatu ” Nyeker” di dalam mobil. Setelah sampai di Mojokerto, perut sudah tidak bisa diajak kompromi atau lapar. Akhirnya saya cari makan favorit, dan turun dari mobil tidak memakai sandal dan kaos oblong saja.

Dapat Undangan Khusus
Dapat Undangan Khusus

Saya masuk ke tempat makan tersebut, mencoba untuk memanggil pelayan ternyata tidak di layani. Saya biarkan sejenak ternyata tidak direspon. Saya biarkan dulu, ada pelayan wanita yang melayani customer lain, eh saya tidak direspon lagi. Ya udah saya nunggu lagi. Akhirnya, ada penanggung jawab rumah makan, saya panggil dan minta menu makanan. Alhamdulillah, ada pelayan yang datang yang disuruh oleh penanggung jawab.

Melihat penampilan saya yang kurang mbois, pelayan tanya apakah saya benar benar cari makan. Saya langsung pesan menu favorit dan spesial di rumah makan tersebut, di tambah jus spesial dan dibungkus beberapa untuk pulang. Pelayan melongo, mungkin dia kaget saya ini kok pesan makanan mahal. 🙂

Saat selesai makan, saya nanya tempat sholat dan belum bayar makan, langsung ke belakang. Semua mata tertuju padaku, dan melihat gerak gerik saya. Mungkin gara gara belum bayar, eh nylonong keluar untuk sholat. Di saat saya dekatin kasih dan persiapan pulang, saya bayar semua yang makan dan pesan. Kasir diam dan lihat kaki sampai wajah. Saya balas dengan senyuman dan sedikit agak gaya sedikit saya keluarkan smartphone untuk telpon istri.

Keluar dari rumah makan, pelayan rumah makan melihat saya keluar dan mata tertuju pada saya. Karena parkir mobil saya tidak terlihat dari rumah makan. Saya perlahan lahan melintas di depan rumah makan, semua pandangan pelayan tertuju pada mobil yang saya tumpangi.

Nasib nasib… wajah ndeso dan penampilan tidak meyakinkan berakibat seperti ini. Tapi tetap saya syukuri dan jadi bahan pelajaran bagi diri saya dan keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *