Alipah
Ibuku Adalah Inspirasiku dan Jalan Surgaku
Tidak tahu entah mengapa saat ku menulis ini, mataku berkaca kaca dan teringat begitu besar pengorbanan dan kasih sayang Ibuku kepadaku dan keluargaku. Sampai ku bingung apa yang harus ku tulis dahulu, karena begitu banyaknya kasih sayang, pengertian, pengorbanan dan bermacam macam hal yang terbaik yang di berikan padaku. Dan saat Ku menulis ini Ibuku masih dalam keadaan Sehat walafiat dan tidak kurang suatu apapun.Karena saat ku kecil, memang ku akui anak yang nakal dan kurang mematuhi perintah orang tua khususnya Ibuku. Sering seenaknya sendiri, jarang menghiraukan perintahnya dan bahkan sering membuat hati ibuku jengkel dan marah…Maafkan aku Ibu…..
“Alipah” itulah nama kecil Ibuku dan sampai sekarang tidak berubah.. Seorang Ibu yang perhatian banget kepada anak anaknya…Hidupnya penuh dengan pengorbanan, . Beliau rela ditinggal merantau suaminya bertahun tahun supaya anak – anaknya mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang layak. Dengan sabar dan telaten meramut 3 anak tanpa ada rasa ingin dibalas yang sama oleh anak anaknya. Beliau hanya ingin anak anaknya sukses dunia dan akhiratnya….
Alipah Seorang Ibu yang penuh kasih sayang.
Memang saat ku kecil, ku tidak pernah menyadari besarnya kasih sayang ibu kepadaku. Kebayakan seorang anak diprintah atau diberi perhatian ibunya merasa di kekang oleh ibunya. “ Ibu Cerewet, IbuProtektif, Ibu Tidak Mengerti kesenangan Anak dan lain lain”, inilah kata kata anak yang sering diucapkan anak kepada ibunya.
Kasih sayang anak sepanjang galah, kasih sayang ibu sepanjang jaman. Begitulah pepatah yang seringkali kita baca dan dengar saat berbicara mengenai kasih sayang ibu dan kasih sayang anak. Bahkan beberapa penyanyi atau seniman lainnya menciptakan syair yang isinya mengenai kasih sayang ibu.
Memang kenyataannya ibu adalah sosok yang begitu penting bagi eksistensi keluarga. Dengan kasih sayang ibu, maka segala kebutuhan dan urusan keluarga dapat terpenuhi dan terselesaikan tanpa kendala. Ibu atau wanita memang sosok manusia yang kuat dan berperan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan anak serta peningkatan kondisi keluarga.
Alipah seorang ibu yang kuat dan sabar.
Ibu adalah orang yang terkuat sedunia, memang laki laki itu kuat, tapi berbeda dengan seorang ibu. Ibu harus bisa jadi istri yang harus kuat menjaga hatinya untuk suaminya. Ibu harus kuat dan sabar pula menghadapi dan mengasuh anak anaknya. Ibu harus kuat menjaga hatinya sendiri…Beliau juga harus kuat berinteraksi dengan tetangga atau masyarakat umum.Apalagi ibuku sendirian dalam mengasuh anaknya di rumah, jika sekarang ku mengingatnya ku selalu ingin menangis karena belum bisa membahagiakan orang tuaku khususnya ibuku.
Alipah adalah seorang ibu yang menerangi hatiku.
Seorang anak biasanya sering sekali membentak ibunya kalau ibunya memberikan saran kepadan anaknya. ” Ibu itu tahu apa, Ini urusan anak muda, Ibu kok mencampuri urusanku sih..dan lain lain.” Coba di bayangkan saat kita semua punya anak yang membentak kita, apa yang kita rasakan?? Apalagi seorang ibu yang melahirkan kita yang berjuang mati matian supaya kita hidup di dunia????
Setelah ku sering telpon ibuku dan sering pulang untuk melihat ibuku di rumah, berkeluh kesah dengan beliau. Ternyata ibuku penerang hatiku disaat ku mulai gundah dan banyak masalah. Meskipun ibuku bukan orang yang berpendidikan, tapi hati terasa tenang dan nyaman jika mendapat nasehat saat ini.
Maafkan aku tidak bisa melanjutkan tulisanku ini,, Ku tidak bisa menahan hatiku, dan merasa banyak sekali kesalahan yang telah ku perbuat bagi ibuku tercinta. Engkau tetap Menjadi Inspirasiku dan Jalan Surgaku.Terima kasih ibu, Alhamdulillah Jaza Killahu Khoiro.
Siapapun Kita semua yang ada di dunia sekarang. baik itu seorang pelajar atau pejabat, baik seorang jendral maupun kopral, baik seorang mahasiswa ataupun taruna, baik itu seorang penjahat ataupun pelacur, baik itu seorang koruptor atau pun direktur, baik seorang menteri ataupun seorang presiden. Kita semua terlahir dari rahim ibu, ibu yang dengan tulus ikhlas mengandung merawat dan membesarkan kita hingga sekarang kita menjadi seperti ini. Coba saja kalo ibu kita tidak ikhlas mungkin kita sudah di aborsi. Ketika kecil kita sakit beliau merawat kita, ketika kita belum bisa berjalan, beliau menuntun kita, ketika kata belum terucap beliau membimbing kita. Siapapun ibu kita entah renta atau masih muda, entah masih bersama kita ataupun sudah tiada, mari kita ucapkan terima kasih pada beliau, mari kita kasihi beliau sebagaimana kita dulu beliau kasihi, Ya Allah berikanlah tempat teramat istimewa bagi ibuku tersayang.
Coba dipikir-pikir teman sedulur semua, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untukberbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita..hehehe..bagi yang punya pacar, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi..
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah ang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” dikemudian hari.
Dan semoga tulisan ini bisa menjadi motivasi kita untuk hormat pada orang tua khususnya IBU. Dan sebagai inspirasiku supaya bisa lebih menghargai orang tuaku.