Home >> Pengetahuan >> Mitos dan Fakta Seputar Gerhana Matahari Total
Gerhana Matahari Total
Gerhana Matahari Total

Mitos dan Fakta Seputar Gerhana Matahari Total

Gerhana matahari total menjadi salah satu fenonema yang menarik. Fenomena yang satu ini merupakan salah satu fenomna langka yang jarang terjadi. Fenomena gerhana matahari hanya terjadi 350 tahun sekali, waktu yang lama bukan untuk menunggu fenomena yang menakjubkan ini? Lalu sebenarnya apa itu gerhana matahari total? Gerhana matahari total adalah dimana posisi bulan, matahari, dan bumi sejajar dan berada pada satu garis lurus. Pada saat terjadi gerhana matahari total, bulan akan melintas diantara matahari dan bumi, sehingga untuk beberapa waktu cahaya matahari yang ke bumi akan terhalang oleh bayangan bulan. Fase total gerhana matahari akan terjadi ketika bulan benar-benar menutupi matahari dan akan tampak corona matahari terlihat seperti menjulur dari pinggir bagian yang ditutupi bulan.

Belum lama ini gerhana matahri total telah terjadi, bahkan bisa Anda nikmati di beberapa wilayah di Indonesia. Pada Rabu, 9 Maret 2016 terjadi fenomena yang langka dimana gerhana matahari total melintasi wilayah Indonesia dan melewati 12 provinsi di Indonesia. GMT atau Gerhana Matahari Total di Indonesia beberapa waktu yang lalu dapat terlihat jelas di beberapa wilayah Indonesia, meskipun untuk jangka waktu yang sebentar. Fenomena yang satu ini begitu banyak menarik antusiasme masyarakat, bahkan banyak turis asing yang sengaja datang ke Indonesia untuk menyaksikan fenomena tersebut.

Ada beberapa hal seperti mitos atau fakta saat terjadinya fenomena Gerhana Matahari Total (GMT), diantaranya:

  1. Cahaya matahri saat gerhana menimbulkan kebutaan. Apakah hal tersebut benar? Hal itu ternyata hanya sebuah mitos modern, bahkan sejak dulu mitos ini selalu ada dan terus dipercaya hingga saat ini. Dahulu sebelum teknologi semakin canggih, masyarakat justru takut dengan adanya gerhana matahari total. Mereka akan berdiam diri di dalam rumah dan menutup semua pintu dan jendela sehingga cahaya tidak dapat masuk. Namun, saat ini masyarakat sudah semakin paham bahwa fenomena gerhana mahatari bukanlah suatu hal yang berbahaya. Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan adalah jangan melihat matahari secara langsung, karena dapat membahayakan mata (retina bisa rusak).
  2. Cara melihat gerhana matahari secara aman adalah dengan menggunakan kacamata hitam atau rol film untuk foto hitam putih, dan bekas foto rontgen serta bagian dalam disket. Namun, alat-ala tersebut juga hanya dapat digunakan untuk melihat gerhana matahari dalam waktu yang singkat, tidak lama-lama.
  3. Bolehkan berfoto selfie saat gerhana matahari terjadi? Sebenarnya hal tersebut tidak masalah, namun yang dkhawatirkan adalah ketika orang melihat matahari dengan mata telanjang saat mengatur komposisi foto. Jadi sebaiknya gunakan pelindung mata, seperti kacamata khusus.
  4. Gerhana matahari total kapan akan terjadi lagi di Indonesia pada 20 April 2042 dan 12 September 2053. Wah, masih sangat lama bukan? Di waktu tersebut juga belum tentu terjadi gerhana matahari total, namun bisa juga hanya gerhana matahari cincin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *