Home >> My Journey >> My Note >> LDII Sesat – Tidak Benar Ajaran LDII Sesat dan Kisah Nyata LDII di Masyarakat Umum Tentang LDII
Saat Magrib Di Banda Aceh

LDII Sesat – Tidak Benar Ajaran LDII Sesat dan Kisah Nyata LDII di Masyarakat Umum Tentang LDII

LDII Sesat , Tidak Benar tuh.. Sudah kecil saya ikut kegiatan LDII ( Lembaga Dakwah Islam Indonesia ), Mengaji dan ataupun aktivitas yang di agendakan oleh LDII. Sebagai warga ldii, saya sering mendengar kalau LDII SESAT, tetapi orang tersebut tidak berani bilang langsung di hadapan saya langsung. Dan dalam pergaulan saya tidak pernah bilang saya LDII, dari beberapa teman yang bercerita tentang LDII Aliran sesat yang ujung ujung ceritanya adalah ” KATANYA “. Tetapi akhirnya teman teman dengan sendirinya tahu bahwa LDII , bahkan pernah saya ajak ke masjid LDII ternyata ” Anggapan yang katanya LDII Sesat mulai pudar, dan kaget kalau saya adalah orang LDII.

Saat Magrib Di Banda Aceh
Saat Magrib Di Banda Aceh

Kata kata yang sering di katakan teman teman Tentang LDII kepada saya :

– Orang LDII Itu Ekslusif dan tidak mau berteman dengan sesama

– Orang LDII itu suka mengkafirkan orang lain

– Orang LDII menganggap orang selain LDII itu najis

– Orang LDII menganggap yang paling benar dan satu satunya yang bisa masuk surga

– Kalau masuk ke masjid , nanti masjidnya di PEL.

– Orang LDII , Aktivitasnya ngaji terus, KAPAN BEKERJANYA.

– Masjid LDII Pasti di depannya di kasih plakat LDII.

– Orang LDII tidak mau nikah kalau tidak sesama LDII.

– Ajaran  LDII Aliran Sesat dan Menyesatkan.

– Orang LDII tidak mau di makmumi orang selain LDII.

– Orang LDII kalau jumatan selalu di masjid LDII sendiri dan tidak mau jumatan di masjid selain LDII.

– Orang LDII kalau meninggal dunia itu di biarkan aja, tidak di slameti. ( 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari )

– Orang LDII harus bayar pajak ke Organisasi tiap bulannya.

Dan masih banyak lagi yang sering di ceritakan pada saya pribadi. Bahkan setelah tahu saya warga LDII , banyak pertanyaan yang selalu di lontarkan terkait tentang LDII.

Ini jawaban saya pribadi terkait pertanyaan di atas :

– Orang LDII Itu Ekslusif dan tidak mau berteman dengan sesama

Tidak mungkin lah, kalau tidak mau berteman dengan sesama ya lebih baik tinggal di hutan saja, betul tidak? manusia itu makhluk sosial butuh berinteraksi dengan orang lain, butuh makan, butuh pakaian , butuh teman , dan lain lain. Kalau orang ldii tidak mau bergaul dengan sesama pasti sudah mati sejak dulu LDII tuh. Tidak usah di hancurkan orang lain, pasti akan hilang dengan sendirinya. Buktinya sekarang LDII semakin berkembang. Di setiap provinsi ada masjid LDII. Dan saya sendiri juga bergaul toh.. saya juga butuh sekolah . Ibu saya juga belanja dengan sesama bahkan berkunjung ke tetang yang bukan LDII. Saya orang desa, kalau saya sebagai warga ldii ekslusif ya pastinya di keluarkan dari desa kan?

 – Orang LDII itu suka mengkafirkan orang lain

Insya Allah sejak kecil saya tidak pernah bilang bahwa mengkafikan orang lain. Kalau saya bilang orang yang tidak sholat itu kafir, saya mengakui itu. Kalau tanda orang kafir itu ada tidak atau maunya menjalankan sholat. Lah kalau orang kristen gimana? itu kan tidak sholat.

Kristen ya kristen, budha ya budha, hindu ya hindu , ya jelas bedalah, karena ajaran mereka bukan islam. Yang di maksud disini kan tentang islam tentunya ajaran islam.

 – Orang LDII menganggap orang selain LDII itu najis

Lah kok bisa najis toh, kalau kena kencing itu najis, berak itu najis, muntah itu najis. Kalau kencing tidak di basuh ya pasti najis. Saya sendiri kalau lihat orang yang mau sholat di masjid dan tahu kalau kencing tidak di bersihkan ya saya tegur. Pean itu kondisinya najis dan ku jelaskan secara detail masalah kesucian. Karena kalau tidak begitu kan bisa najis semua. Ku pinjami sarung untuk sholat  tetapi syaratkan ku suruh bersihkan dulu badannya dari najis tersebut.

Kadang orang di salah artikan kalau di anggap najis. Bahkan teman saya sendiri pernah tersinggung saya bilang kamu najis. Setelah itu ku jelaskan.

Teman : Kamu kok bilang saya najis

Saya : Kamu tadi kencing tidak ?

Teman : Ya ,

Saya : Kamu lepas celanamu?

Teman : Tidak

Saya : Kamu bersihkan kemaluanmu dengan air yang cukup.

Teman : Tidak, hanya saya sentil sentil dan ku goyangkan saja.

Saya : Setelah itu kamu ngapain.

Teman : Ya saya masukan ke celana lah, masak ku ga pakai celana. Keenakan yang lihat dong.

Saya : Kencing itu najis tidak? terus tadi kamu yakin itu udah bersih ?

Teman : Ya najis, Yakin udah bersih.

Saya : Itu belum bersih, dan nanti pasti masih netes kencing kamu di celana kamu, dan kamu jadinya najis celananya. Kalau tidak percaya pean buktikan sendiri. Setelah kencing, kamu sentil sentil aja, habis itu biarkan aja , nanti akan ada sisa kencing yang akan menetes. Kalau udah di buktikan nanti ceritakan ke saya ya..

Esok harinya dia cerita padaku tentang apa yang di cobanya tersebut, dan terbukti..

Itu salah satu cerita yang saya alami sendiri masalah bab najis. Karena kadang orang itu tidak mau di salahkan sebelum mencobanya sendiri…

– Orang LDII menganggap yang paling benar dan satu satunya yang bisa masuk surga

Kalau saya di tanya masalah ini , saya balik bertanya pean kan punya pacar, pasti kamu menganggap yang paling cantik betul tidak. Bapak saya sendiri bilang kalau ibu saya itu yang paling cantik sedunia..hehehehehe.

Kadang balik dengan pertanyaan lagi : itu kan masalah dunia, ini kan masalah akhirat tentang surga dan neraka.

” Ya udah kalau itu masalah dunia, pean itu sholat tiap hari tidak ? baca alquran tiap hari tidak ? sholat sunah tiap hari tidak ? puasa wajib tidak ? puasa sunah tidak ? hormat pada orang tua tidak? zakat tidak? udah daftar haji belum?

Terus kamu ikut pengajian, bawa kitab yang di ajarkan kiai kamu tidak?

Kalau saya pribadi kalau ini masalah akhirat, saya sudah di ajarkan di pengajian tentang surga neraka, dan kewajiban yang harus di penuhi untuk menuju surga, dan berusaha menetapi dengan sak pol kemampuan, apakah boleh saya berharap surga? terus pean sendiri gimana? ”

Semua warga ldii memang di ajarkan untuk ngaji dulu sebelum melakukan ibadah yang di lakukannya. Ada gurunya yang memberi pengajian dan murid menyimak seperti apa yang ajarkan gurunya. Saya sendiri juga begitu..

– Kalau masuk ke masjid , nanti masjidnya di PEL.

Saya pernah menjadi ashabul masji di tengah kota, Tempat tersebut di buat sholat orang banyak. Lah seandainya setiap orang yang bukan ldii sholat di masjid ldii di PEL, Ya REMEK AWAK KABEH REK… Tapi kalau ada yang tidak tahu masalah bab najis, terus dari jeding itu ga pakai sandal atau pakai sandal kena sesuatu yang najis, Insya Allah pasti saya ingatkan. Dan kalau ternyata sudah naik masjid. Ya PASTI SAYA PEL. KARENA ITU JELAS JELAS NAJIS… Dan orang tersebut ku ingatkan dengan santun apa adanya. Alhamdulillah biasanya bisa nerima.

– Orang LDII , Aktivitasnya ngaji terus, KAPAN BEKERJANYA.

Kata siapa ngaji terus, Capek Rek. Wayahe ngaji ya ngaji, wayahe kerja ya kerja. Saya punya anak dan istri dan kewajiban saya adalah menafkahi mereka. Lah kalau saya ngaji terus , gimana nasib anak dan istri saya. Dan sekarang juga mengelola sebuah perusahaan, karyawan saya ada yang bukan warga LDII, silahkan tanya saja apakah saya ngaji terus…. Alamatnya Showroom saya di Hitech Mall Lantai Dasar A1 – 33 Surabaya.

– Masjid LDII Pasti di depannya di kasih plakat LDII.

Kalau menurut saya syah syah saja, uang yang di bangun adalah hasil sodaqoh dari warga LDII sendiri. Dan tidak pernah saya lihat sejak kecil di depan masjid LDII dan di jalan jalan minta sumbangan untuk membangun masjid LDII. Wajar kan kalau di tulis Masjid LDII, tetapi warga selain ldii itu juga boleh menggunakannya. Dan semua aktivitas kegiatan ldii ya di masjid tersebut.

Saya pernah di beri komentar sama teman, ” Kalau masjid ldii itu iuran dari warga ldii, secara otomatis itu kan masjid ldii seperti rumah, kan orang ga boleh orang lain masuk rumah tersebut masuk rumah tersebut.”

Kalau saya pribadi, memang benar tapi ada yang kurang. Kalau rumah itu kan milik pribadi, tapi masjid itu milik Allah. Orang lain boleh aja masuk masjid. Lah terus itu masjid Muhammadiyah, di depan masjid muhammadiyah juga ada plakat LDII, di depan pondok dan masjid NU ada plakat NU, di depan masjid siddiqiyah juga ada plakatnya. Betul tidak? Terus apakah masjid LDII tidak boleh? Kan itu tujuannya sebagai penanda untuk mempermudah mencari alamat atau masjid LDII.

– Ajaran  LDII Aliran Sesat dan Menyesatkan.

LDII itu kan organisasi, dan tidak ada sangkut pautnya dengan Sesat tidaknya. Kalau LDII Aliran sesat pasti di bubarkan. Kenapa sejak dulu kok masih ada aja LDII.

Akhirnya ada yang membahasa lebih dalam, ya ku jelaskan aja : Ajaran LDII di pengajian yang di kaji ya Alquran dan Alhadist. Kalau tidak percaya ayo ikut ngaji bersamaku.

Saya yakin. kalau ajaran yang di ajarkan itu aliran sesat pasti tidak akan kembang dan pasti akan bubar.

– Orang LDII tidak mau nikah kalau tidak sesama LDII.

Jujur saya pribadi, saya memang memilih nikah bersama warga LDII, alasan saya simple : karena punya kebiasaan yang sama. Teman teman saya banyak yang nikah dengan selain warga ldii, adapula yang nikah dengan selain warga ldii dan akhirnya ikut ngaji di ldii. Ada yang kuat ada yang tidak.

Dan istri saya warga ldii , tidak perlu lagi ngajari masalah halal haram, masalah najis bukan najis, dan memberi pengertian kalau di tinggal ngaji dan sebagainya.

Saya sebagai warga ldii, yang suka dengan acara pengajian, suka mengaji Alquran dan Alhadist. Kalau istri saya bukan warga LDII pasti kaget. Kenapa di tinggal terus. Padahal istri saya sejak kecil warga LDII, dan dari keluarga ldii pula, saat jadi istri aja di awal itu nangis karena kegiatanku di LDII. Tapi berjalannya waktu, alhamdulillah sadar dan mengerti apa yang ku lakukan semua adalah tujuan dunia akhirat.

Lah kalau pemahaman tentang LDII kurang, kemungkinan besar akan terjadi masalah di keluarga. Bisa bisa terjadi perceraian. Apalagi Allah tidak suka dengan perceraian.

– Orang LDII kalau jumatan selalu di masjid LDII sendiri dan tidak mau jumatan di masjid selain LDII dan hanya mau ngaji di masji LDII.

Saya tahu betul kegiatan pengajian ldii yang begitu banyak. Setiap minggu minimal ada 2 pengajian tiap minggu. Kalau masjid umum di perbolehkan menggunakan masjid tersebut untuk pengajian tiap hari ya tidak apa apa. Makanya membangun masjid sendiri biar tidak menggangu orang lain ibadah.

Dan masjid ldii yang di bangun , terus ada sholat jumat di masjid lain. Nanti masjid LDII tidak ada jumatan dan kosong tidak ada yang gunakan. Saya menyaksikan sendiri pula. Orang di sekitar masjid LDII tidak sholat jumat di masjid LDII. Tidak sholat jumat aja, sholat jamaah harian aja tidak mau. Lah kalau begitu, siapa yang akan meramaikan masjid ldii kalau bukan di mulai dari warga ldii sendiri????

– Orang LDII kalau meninggal dunia itu di biarkan aja, tidak di slameti. ( 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari )

Saya memang tidak setuju dan selama ngaji tidak pernah saya menemui tentang slametan 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari di Alquran dan Alhadist.

Jujur Almarhum bapak meninggal tahun 2013, saya tidak pernah melakukan hal tersebut. Dan saya sendiri punya keyakinan, Doa anak yang sholih bisa jadi amalan bagi orang tua walaupun sudah meninggal dunia. Dan saya lebih baik mendidik adik adik saya menjadi anak sholih sholihat untuk selalu mendoakan orang tuanya. Dan mengamalkan semua ilmu yang di berikan orang tua kepada anaknya agar orang tua selalu terkirim pahala dari anaka yang sholih dan ilmu yang bermanfaat.

– Orang LDII tidak mau di makmumi orang selain LDII.

Lah itu di masjidil haram, warga ldii ikut juga dalam solat berjamaah saat haji dan umroh. Lah kalau di masjid ldii , walaupun ada pejabat atau orang penting datang. Yang jadi imam orang ldii , karena memang sudah jadi jadwalnya.

– Orang LDII harus bayar pajak ke Organisasi tiap bulannya.

Saya sebagai warga LDII itu bukan pajak, karena saya sendiri sadar. Bahwa sebagian dari harga kita adalah milik Allah. Tetapi kita tidak di tentukan berapa perbulannya. Dan saya sendiri juga ingin mencari amal jariyah. Dan tidak hanya untuk LDII saja, dalam perusahaan juga ada dana untuk membantu sesama.

Kalau warga ldii sendiri tidak membayar sodaqoh, terus mau kemana?????

Sebenarnya masih banyak yang perlu di tulis teman teman semua, dan banyak sekali kejadian yang isu isu yang menjelekan LDII, dan teman saya yang tahu kalau saya LDII, akhirya langsung tanya pada saya pribadi. Bisa blak blakan…

Tetapi yang paling sering di tanyakan pada saya pasti ada kata ” KATANYA “. Saat ku tanya lebih detail , jawabnya juga kurang tahu. Semoga tulisan saya ini bisa jadi jawaban teman teman semua bahwa LDII Tidak Sesat.

 

11 comments

  1. bettol mas.. saya bangga kok jadi LDII. kalo orang yang keluar dari LDII dan menganggap bahwa LDII itu ajran yang sesat, brati mereka syirik kepada orang LDII.. kenapa mereka tidak bisa meniru apa yang orang LDII lakukan akakka…

  2. memang orang yang tidak tahu menganggap bahwa ldii sesat, kalau sesat kenapa pejabat-pejabat tinggi negara mendatangi acara rakernas ldii :silau:

  3. pandangan orang beda beda sih soal LDII , kalau bagiku ya sama aja sih 🙂

    Regards
    Tekno123

  4. Intinya.. Kalo kita pgen gak sesat.. Kita ikut alquran aja brow… Iman qta alquran.. Bukan orang.. Jd gak ad kata. Tolakan kalo alquran yg brbicara..

  5. iyha sih, bener banget itu . ada yang anggap syirik kan karena mereka memandang dari satu sisi saja. padahal seharusnya dalam mengungkapkan segala sesuatunya harus melihat dari berbagai sisi yang berbeda .
    Sekedar opini, next tanggapannya . Terimakasih

  6. yang jelas nya berpatokan pada quran dan al hadits

  7. mungkin apa yang dikatakan mas rendi benar. kita harus selalu bersandar pada Al-Quran dan Hadits.

  8. mantap mas salam jokam dari desa tambun bekasi

  9. Salam dari gading mangu,calon mubaligh doakan selalu tetap di jamaah,dan semoga jamaah selalu berkembang #mbahman354

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *