Home >> My Life >> My Students >> Ketika Story Menjadi History Yang Tak Terlupakan, By Anif Nur Faizin XI-MM 1
bhytrewq

Ketika Story Menjadi History Yang Tak Terlupakan, By Anif Nur Faizin XI-MM 1

Sebagaimana yang kita tau, bahwa setiap story pasti akan menjadi history. yap, ketika suatu masa yang berharga dan menyenangkan bahkan sulit tuk di lupakan telah melampaui waktu yang telah di tentukan. Sudah pasti hanya akan menyisakan kenangan yang tersimpan dalam hati dan fikiran, namun hakikinya sebuah kenangan adalah memorial history yang pada kenyataanya masih bisa kita ulangi melalui kenangan manis flashback. Lebih lanjut kisah mengenai Story Menjadi History, mari simak di bawah ini.

Hay, kalian. Salam kenal ya. Kali ini saya akan memperkenalkan sedikit tentang biografi dan kisah tentang perjalanan seorang Tholibul Ilmi. Nama saya Anif Nur Faizin atau biasa di panggil Anif, Nif, Hanif. Terserah lah mau panggil apa, yang penting baik dan gak beda jauh sama nama aslinya. Saya tinggal di kota kecil penuh cerita, yap Nganjuk. Lebih tepatnya di desa Ngrengket kec. Sukomoro. Memang banyak orang yang mengatakan bahwa nganjuk adalah kota kecil yang kurang menarik. Namun mau bilang apapun, nganjuk tetaplah kota kelahiran saya. Lebih tepatnya saya di lahirkan pada 08 oktober 2000, yap hari di mana seorang ibu sedang berjihat untuk melahirkan seorang anak yang di nantikanya.

Beruntung sekali saya memiliki seorang malaikat di dunia ( ibu ) dan ayah yang sangat sabar menghadapi putranya ini. Saya adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara, yakni 2 kakak perempuan dan saya. Kakak pertama bernama Ainun Hidayati dan kedua bernama Miftahul Rohmah yang sama – sama menjadi siswa SMA BUDI UTOMO namun sudah lulus beberapa tahun silam. Walaupun mereka berdua adalah seorang kakak perempuan yang sedikit galak, namun kasih sayang dan tutur katanya sungguh tak terlupkan. Mungkin merekalah, salah satu inspirasi saya hingga saat ini.

Perjalanan ini di mulai dari sebuah bangunan kecil penopang ribuan mimpi, yap TK Pertiwi. Berawal dari sinilah saya menuntut ilmu sebagai seorang anak kecil yang masih sangat awam dengan segala hal. Berjalan 2 tahun di sini, maka saya pun melanjutkan perjalanan menuntut ilmu di sekolah mewah “ Mepet Sawah “ kata orang desa. Yap, SDN Ngrengket 1 yang memiliki cerita persahabatan tak terlupakan. Namun selang 6 tahun kemudian, perjalanan mencari ilmu ini saya lanjutkan di SMPN 4 Nganjuk, memang tak seindah persahabatan di SD, namun dari sinilah saya mulai mengerti bagaimana persahabatan itu bisa lebih berarti bila kita saling mengerti.

Terlepas dari semua itu, Masa kelulusan itu pun datang dan tiba saatnya saya menentukan di mana kaki ini akan berpijak tuk menentukan dan memilih masa depan yang ingin saya dapatkan. Awalnya banyak teman dan orang dekat yang menawari untuk bersekolah di SMK favorit nan mewah di kota saya, namun saran tersebut tidak terlalu saya pikirkan, karena saya sudah memilih yang terbaik dari yang terbaik menurut saya, yap SMK Budi Utomo. Di sinilah saya merasa perjalanan paling indah dan menyenangkan mulai berhembus.

DCIM823MEDIA

Dengan di temani ribuan sahabat yang berasal dari segala penjuru di indonesia dan sama – sama memiliki tujuan menjadi seseorang yang berilmu, religius dan faham tentunya. Melalui pondok pesantren gading mangu dan SMK Budi Utomo yang siap mendidik dan menjadikan saya menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.

Namun perjalanan paling menyenangkan dan sangat tak terlupakan ini sangat saya rasakan ketika menginjak kelas dua, yakni saat saya melaksanakan PSG. Yap, memang terasa berat awalnya tuk meninggalkan Ponpes Gama, namun apaboleh buat karena ini adalah salah satu program tuk mewujudkan mimpi melalu praktek yang berlandaskan teori.

Perjalanan PSG ini di mulai setelah liburan idul fitri, tepatnya seminggu setelahnya. Pada mulanya, di umumkan bahwa saya mendapatkan tempat PSG di daerah lamongan, lalu saya pun sangat senang karena saya pikir di sini akan dekat dengan kotanya namun cukup kaget, karena ternyata saya di tempatkan di desa yang cukup sulit tuk mengakses jalan utama. Namun dari sinilah saya mersa sangat takjub.

Kenapa takjub? Karena di bulan pertama saya sudah merasakan bagaimana indahnya berjumpa dengan teman baru yang berbeda jurusan serta orang – orang desanya yang ramah dan baik hati. Kemudian di bulan kedua, terasa sagat berbeda dari sebelumnya, yakni terjadi beberapa masalah yang sedikit menganggu namun itu bukan masalah yang besar bagi saya. Karena dapat di pecahkan dengan kekompakan persahabatan yang tak tergantikan. Namun yang paling seru, terjadi di bulan ke tiga, yap karena di bulan inilah kami mulai saling mengerti antara satu dengan yang lainya.

Di bulan ketiga PSG, Saya dan teman – teman juga melaksanankan perjalanan yang cukup menyenangkan sebagai penutupan masa PSG dan kebersamaan yang kita jalin selama 3 bulan disini. Walaupun penutupan ini belum bisa menjadi pengobat rindu, namun mau bilang apa lagi yang namanya pertemuan pasti ada perpisahanya.

Dalam menjalani masa PSG ini, saya sangat bersyukur karena mendapatkan ilmu yang banyak dan sangat berarti buat saya. Pasalnya ilmu yang saya dapatkan ini belum tentu dapat saya dapatkan di tempat lain. Mulai dari ilmu WEB, Blogger, YTbers, dll. Banyak lah pokoknya susah buat jelasinya. Sebenarnya, masih belum puas untuk mendalami ilmu ynag di berikan. Maka, saya ingin melanjutkanya ini dengan tekat hati yakni menjadi seorang blogger dan pengembang aplikasi.

Ilmu yang di dapatkan ini, tentunya tak luput dari goresan seorang mastah ( master ) yang ada disini dan selalu siap sedia memberikan ilmunya pada saya dan teman – teman. khususnya buat BOS dan orang – orang yang secara tidak sadar telah mengajari saya bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik. Sungguh inilah pengalaman berharga tak terlupakan. Maka, saya ucapkan terima kasih banyak bagi mereka, orang – orang yang telah menjadi certita di balik perjalanan ini.

Sebagai salam perpisahan, tentunya kurang lengkap bila tidak mencantumkan kesan dan pesan. Kesanya cukup simpel, yakni takjub, bersyukur dan alhamdulillah untuk pesanya adalah jaga niat, takdzim, jaga prilaku, sayangi orang yang telah merawat kalian di sini dan jangan lupa ta’ati peraturan yang telah di tetapkan. Karena itulah salah satu kunci tuk mensukseskan perjalanan mencari ilmu di desa penuh cerita ini.

Namun dari semua itu, yang paling penting adalah jaga persahabatan kalian. Karena jika persahabatan kalian hancur maka rusaklah sudah kenangan manis disini. Selalu budayakan saling pengertian dan kekompakan. Karena kita tidak tau kapan masalah kecil, sedang dan besar itu akan datang. Maka, sebagai antisipasinya kita harus menjaga persahabatan kita.

Bagi saya, persahabatan akan kurang berarti , jika belum datang masalah. Entah itu kecil, sedang dan besar. Jadi, bersiap – siaplah jika masalah itu tiba – tiba datang. Namun, semua itu dapat kalian selesaikan dengan kekompakan dan saling pengertian di tambah kerukunan serta saling menjaga perasaan antara satu dengan lainya. Insya Allah, semua akan baik – baik saja seperti sedia kala.

Nah, teman – teman itulah sedikit cuplikan mengenai biografi dan kisah pengembaraaan seoran tholabul ilmi yang ingin mengapai mimpi. Semoga kisah ini bisa membekas dalam hati dan jangan lupa selalu perbaiki diri. Semoga cerita ini bermanfaat bagi kalian. Sekian dan terima kasih atas kunjunganya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *