Home >> Binatang Peliharaan >> Hal yang Perlu di Perhatikan Ketika Membuat Kandang Kelinci Pedaging yang Baik
Cara Membuat Kandang Kelinci
Cara Membuat Kandang Kelinci

Hal yang Perlu di Perhatikan Ketika Membuat Kandang Kelinci Pedaging yang Baik

Kelinci termasuk kelompok mamalia kecil yang berasal dari keluarga Leporidae dari ordo Lagomorpha, dulu kelinci merupakan hewan liar yang hidupnya di daratan Afrika hingga ke daratan Eropa. Sekarang kelinci banyak sekali di budidayakan oleh masyarakat luas, di budidayakan untuk hewan pedaging atau hanya di jadikan hewan peliharaan saja dan sekarang kelinci sangat mudah untuk di cari di belahan bumi manapun.

Sekarang kelinci juga banyak yang mencari, banyak di restoran yang menyediakan menu dengan bahan utama kelinci dan banyak juga yang mengonsumsinya ya walaupun tidak sebanyak ayam dan sapi, akan tetapi banyak yang mencari.

Kelinci sangat mudah berkembang biak, maka dari itu banyak yang berbudidaya/beternak kelinci. Kalau berbudidaya kelinci pedaging atau kelinci peliharaan pasti membutuhkan kandangnya, bukan? Pasti itu, maka dari itu kali ini kami akan memberitahukan hal yang perlu di perhatikan ketika membuat kandang kelinci pedaging.

Kandang Kelinci Ideal
Kandang Kelinci Ideal

Kandang Kelinci Ideal

Kandang ialah tempat kelinci tidur, makan, minum, dan berkembang biak. Jadi untuk membuat kandang yang baik dan sehat untuk kelinci sangatlah penting, supaya kelinci pedaging yang di hasilkan juga berkualitas. Untuk idealnya kandang kelinci, ialah :

  • Sirkulasi udara pada kandang lancar, agar kelinci bisa berkembang biak dan agar terasa nyaman di dalam kandang tersebut.
  • Lebih baik lagi kalau di sebelah kandang kelinci ada pepohonan, agar udara di kandang menjadi sejuk.
  • Kandang yang mudah di bersihkan, kalau kandannya kotor akan membuat kelinci lebih mudah sakit.
  • Membuat kandang yang berbeda untuk induk kelinci, anak-anaknya dan juga kandang untuk pejantan.
  • Suhunya 21° Celcius, kandangnya jangan panas karena kelinci tidak suka kandang yang panas dan pengap.
  • Mendapatkan cahaya matahari yang cukup, paling tidak ya 12 jam.
  • Kandang untuk 10-12 ekor kelinci, kandang yang ideal 200 x 70 x 70 cm, sementara untuk anak-anaknya kelinci ukurannya 50 x 30 x 45 cm.

Kandang Kelinci yang Terbuka

Kandang Kelinci Terbuka
Kandang Kelinci Terbuka

Kandang kelinci menurut tipenya ada yang terbuka dan tertutup, jika kalian yang mempunyai lahan yang luas, kalian bisa menjadikan lahan kalian sebagai kandang kelinci. Sebenarnya kandang terbuka itu lebih ideal untuk kelinci, kandang terbuka sering di sebut kandang tipe runch. Kandang terbuka malah sangat populer di masyarakat Indonesia, inilah beberapa keuntungan terbuka :

  • Kalian tidak perlu khawatir dengan sirkulasi udara, temperature dan lain sebagainya. Hanya buatlah tempat berteduh untuk tidur si kelinci.
  • Kelinci bisa bebas berkeliaran kemanapun, karena lahannya yang luas.
  • Kandang tersebut bisa kalian tanami rerumputan, karena jika kalian lupa/telat memberi makan kelinci bisa makan rerumputan tersebut.

Kandang yang Tertutup

Kandang Kelinci Tertutup
Kandang Kelinci Tertutup

Kandang ini adalah pilihan yang cocok untuk yang beternak kelinci pedaging dengan jumlah banyak, karena dengan kandang ini kalian bisa merawat/memelihara kelinci lebih intensif dan sensitif. Kandang ini di batasi oleh dinding, lantai, dan atap. Kandang tertutup pun memiliki dua tipe yaitu :

  • Kandang Postal. Kandang ini adalah kandang untuk pengembang biakan kelinci yaitu anak kelinci yang sudah di sapi dan di besarkan di kandang ini, beberapa kelinci bisa di letakkan di kandang ini.Kandang Baterai. Kandang ini di desain untuk membesarkan kelinci pedaging, satu kandang ini hanya bisa di gunakan untuk satu ekor kelinci. Kandang ini berukuran 60 x 60 x 40 cm, tergantung seberapa besar satu kelinci tersebut.

Mempunyai kandang kelinci yang bagus, sehat, kering, sejuk, berkualitas nantinya akan menghasilkan kelinci pedaging dengan daging yang lebih berkualitas juga. Pastikan kalau kelinci nyaman di kandangnya, kalau mereka nyaman dan akhirnya setres akan mudah mati, menghasilkan daging yang alot, dan tidak bisa berkembang biak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *