Home >> My Life >> My Students >> Fatchi Nisa’ul Karima Millenia – Multimedia SMK Budi Utomo 2016
Fatchi Nisa’ul Karima Millenia
Fatchi Nisa’ul Karima Millenia

Fatchi Nisa’ul Karima Millenia – Multimedia SMK Budi Utomo 2016

Tik tok.. hallo teman-teman diawal biografi ini saya mau memperkenalkan diri yang mana nama saya itu sangat amat panjang sekali bila dieja yaitu “Fatchi Nisa’ul Karima Millenia” nama itu diberikan oleh kedua orang tua saya yang beliau memberikan arti dari nama saya yaitu “Pembukaan Wanita yang Mulia di Tahun Millenium”. Dari arti itu bisa diambil kesimpulan bahwa orang tua saya menginginkan saya adalah pembukanya wanita-wanita yang mulia di Tahun Millenium, kenapa saya menjadi pembukanya? Karena saya lahir pada tanggal 03 Januari 2000, yap saya lahir diawal tahun itulah kenapa orang tua saya memberi nama yang ada Milleniumnya. Tapi dari nama saya itu senenarnya ada sedikit kesalahan ketika membuat akte yaitu saat itu ayah saya yang bernama “Edy Rufi’an” ketika memberitahukan nama saya kepada bapak pembuat akte yaitu yang harusnya Mellynia menjadi Millenia akan tetapi di kartu keluarga saya menjadi Mellynia karena itulah saya biasa dipanggil Ellyn sejak kecil oleh keluarga saya dan orang-orang disekitar saya, karena akte tidak bisa dirubah maka yasudahlah tidak apa-apa kata mama saya yang bernama “Ninik Sri Mulyani”. Dan sampai sekarang nama saya tidak pernah berubah dan alhamdulillahnya saya bisa mensyukurinya dan tidak pernah mengeluh masalah nama kepada kedua orang tua saya karena saya yakin yang diberikan orang tua adalah yang terbaik.

Saya terlahir bukan dari anak tunggal saya mempunyai 2 saudara perempuan yang jarak antara saya dan kakak saya yang kedua tidak jauh beda yaitu hanya berkisar 2 tahun saja namun jarak antara saya dan kakak saya yang pertama hampir 7 tahun. Bukan nama saya saja yang panjang seperti kereta api tapi kedua kakak saya ini juga memiliki nama yang panjang yaitu kakak saya yang pertama bernama “Marshella Alvia Maghfiroh Permata” dan kakak saya yang kedua bernama “Hilma Nindia Pramitasari Fauziah”. Kami semua tinggal dalam satu rumah namun kakak saya yang pertama akan segera meninggalkan rumah karena akan segera ikut bersama suaminya.

Dan saya bukan anak yang terlahir dari keuarga orang yang kaya, akan tetapi saya terlahir dari keluarga sederhana yang membuat hidup saya terasa lebih berharga. Namun, saya sempat heran karena orang tua saya bukan orang yang kaya akan tetapi orang tua saya alhamdulillah bisa membiayi saya sekolah hingga sekarang ini. Dan pada suatu saat saya menyadari mengapa orang tua saya mampu membiayai saya itu karena doanya yang diijabahi oleh yang di atas. Dan sejak saat itu saya banyak meminta kepada Allah SWT dan dengan keyakinan saya bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa saya.

Dulu ketika saya kecil saya tomboi sekali bahkan jarang sekali teman perempuan saya, ya ada sih tapi hanya beberapa saja, meskipun saya dulu tomboi saya sudah mulai merubah diri karena saya tau itu tidak baik. Dulu saya tidak pernah memakai bedak boro-boro pakai bedak suka saja saya nggak. Tapi semakin bertambahnya umur saya, saya mulai mencobanya dan sampai sekarang, itu semua karena saya disuruh oleh kedua kakak saya dan sayapun mau. Dari kecil saya selalu dimanja oleh kedua orang tua saya tapi saya sadar ketika saya besar itu tidaklah baik untuk saya sendiri, akhirnya saya mulai belajar mandiri dan menghindari sifat manja saya dan selalu mencoba yang terbaik untuk diri saya sendiri dan tidak akan mengecewakan kedua orang tua saya. Dan saya selalu berharap hidup saya akan lebih baik dari sebelumnya.

Saya memiliki kehidupan yang berliku-liku. Mengapa? Karena dalam hidup saya ada rasa bahagia dan rasa sedih yang terkadang dari kedua rasa itulah saya belajar arti hidup yaitu mensyukuri apa yang tuhan berikan kepada saya. Saya pernah sekali merasakan kesedihan yang amat dan membuat diri saya tertekan, akan tetapi hal ini tidaklah berlangsung lama karena ada sang motivator yang selalu mendukung saya dan dia adalah Ayah dan mama saya. Karena beliaulah saya mengerti kerasnya hidup.

Hobi saya dari kecil yaitu berenang, karena bermain air itu menjadi kesenangan tersendiri bagi saya. Dan ketika dulu saya masih kecil ayah saya sering mengajak saya dan kakak saya berenang di pemandian air dan saya pun juga diajari cara berenang oleh ayah saya dan minimal tiap minggu harus berenang. Dan setiap di SD saya olahraganya berenang saya harus ikut karena ketika olahraga berenang tidak hanya bermain air saja tapi guru saya juga mengajari teknik-teknik berenang kepada saya dan teman-teman saya. Jadi tidak heran pas saya kelas 5 saya sudah bisa berenang di kolam yang dalam karena ini pun juga ada tekniknya dan teknik ini di ajarkan oleh ayah saya. Selain berenang saya memiki hobi lain yaitu membaca  akan tetapi saya lebih suka membaca cerita saja daripada membaca buku pelajaran tapi bukan berarti saya tidak suka belajar lho ya. Dan sebelum saya TK pun saya sudah bisa membaca karena tiap hari saya ikut dengan mama saya mengajar di pendidikan TK. Dan ketika sudah TK saya mengikuti lomba membaca dan bercerita tentang hobi saya. Dan sampai sekarang pun saya masih tetap gemar membaca. Dan sekarang saya mempunyai hobi baru yaitu nonton film, genre film yang saya sukai yaitu romantis, komedi, dan sad. Karena ketika saya menonton imajinasi lebih aktif, dan terkadang dari menonton film luar negeri saya bisa sedikit mengerti bahasa luar tanpa harus menggunakan subtitle. Dan ini juga merupakan metode saya untuk belajar bahasa asing tanpa mengeluarkan biaya.

Oh iya, ada yang lupa tentang saya, yaitu di mana sekarang saya tinggal. Saya tinggal di sebuah Kota kecil yang berada di Provinsi Jawa Timur yang biasanya kebanyakan orang menyebutnya “Kota Tahu” alias Kota Kediri. Saya lahir di sana, kecil di sana, besar di sana, dan tinggal di sana. Oleh karena itu, saya bangga dengan Kota Kediri karena di sanalah saya memiliki banyak cerita dan pengalaman yang tidak akan saya lupakan.
Sekian dan Terima Kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *