Home >> My Life >> My Students >> Fandy Al Ubaidah – TKJ SMK Budi Utomo 2016
Fandy Al Ubaidah - TKJ SMK Budi Utomo 2016
Fandy Al Ubaidah - TKJ SMK Budi Utomo 2016

Fandy Al Ubaidah – TKJ SMK Budi Utomo 2016

Nama saya “fandy al ubaidah” lahir di SIDOARJO,31-05-2000. bapak saya asal sidoarjo dan ibu saya juga asal sidoarjo jadi kalau mudik saya nggak jauh jauh paling paling berjarak 12km 😀
bapak saya bernama “M.EFFENDIE S.H.” dan ibu saya bernama “HIKMAH PRIHATINI S.E.” Dan 2 ibu tiri lagi,saya anak ke-3 dari 4 bersaudara,anak pertama “SICILIA OEBAIDILLAH”,anak kedua “ANGELIA FIRDAUS”,anak ketiga saya sendiri :), anak keempat yaitu adek saya “CRYSTALIA IMANI”…
Kita hidup sederhana di sebuah kampung batik di sidoarjo yang bernama “JETIS”, inilah asal mula keluarga saya, keluarga saya dulu adalah pengusaha batik, tetapi ketika sudah mempunyai 4 orang anak bapak saya menyuruh ibu saya untuk berhenti membatik, karena keluarga masih mempunyai beberapa tambak dan sarang walet, keluaraga saya memulainya dari 0 dengan budidaya ikan bandeng dan udang windu, dan bapak saya juga mempunyai hobi tentang mobil dan motor itu dimanfaatkan bapak saya sebagai selingan kerja untuk jual beli mobil. karena hobi bapak akan mobil dan motor, Akhirnya hobi bapak juga tertular saya dan mulai TK(taman kanak kanak) saya sudah menaiki viar cross x100, Dan ketika memasuki SD kelas 3, saya mengikuti club motocrosss dan mualai mengikuti beberapa perlombaan dan saya sudah pernah memenanangkan 3 perlombaan, Tetapi pada saat memasuki kelas 4 SD akhir saya tabarakan dengan mobil, Dan dari situ trauma saya mulai menjadi jadi dan takut akan motor lagi, ketika saya masuk kelas 5 SD awal bapak saya mengikutkan saya di sekolah sepak bola yang bernama “cokro negoro” dan saya pernah memenangkan 2 perlombaan tingkat jawa timur dan kabupaten, ketika itu saya juga mempunyai pengalaman yang mengesankan yaitu bisa mengikuti Danone cup sampai terbang ke Bali untuk mengikuti Tournament disana, Tetapi team saya akhirnya kalah setelah 2x menang tanding disana, Rasanya nyesek banget temen-temen juga pada nangis saat kita menelan kekalahan.

Ketika saya masuk SMP kelas 3 saya sudah fokus ke sekolah dan mengaji saja, Tetapi pergaulan di rumah saya benar-benar sangat mengkhawatirkan, Sampai saya juga pernah mengikuti balapan liar maupun drag bike di daerah Kenjeran Surabaya, Dan ketika kenaikan kelas untuk menuju jenjang sekolah selanjutnya,
Orang tua saya memutuskan untuk menempatkan saya di pondok, Pada awalnya memang saya benar-benar tidak mau untuk mondok dan ingin melanjutkan sekolah dirumah, Karena saya masih mempunyai angan-agan kalau jauh dari rumah dan orang tua pasti nggak enak plus serba bingung, Tapi setelah dinasihati orang tua, Hati saya sudah mulai terbuka, Saya sudah mulai berfikir kalau itu adalah semata-mata hanya untuk kebaikan saya, Ketika saya sudah dipondok, Pertama-tama saya masih teringat rumah dan orang tua hingga sesekali saya bisa menangis jika mengingatnya, Tetapi day by day saya mempunyai banyak teman dari berbagai kota,Mempunyai banyak kegiatan yang padat sehingga saya bisa sedikit demi sedikit melupakan soal kampung halaman dan fokus untuk mondok, Sekarang malah saya merasa pondok ini adalah rumah saya yang ke-2 yang bisa merubah hidup saya 360 derajat, Saya sudah mengalami banyak perubahan semenjak disini, Saya juga tidak menyangka bisa menjadi seperti ini.
Sekarang saya sudah bisa berfikir dan sangat berterima kasih kepada orang tua saya yang mau berjuang menyekolahkan saya di sini, Dan saya akan berjanji suatu saat nanti saya akan menjadi mubalight/penyampai yang alim, Faqih, Berakhlakul karimah, Dan nantinya bisa mengangkat derajat kedua orang tua saya, Amin…

Nah, Sekarang saya sudah menginjak kelas 2 SMK BUDI UTOMO, pada saat ini saya menjalani PSG yang bertempat di Manshurin, Desa Gebangangkrik, Lamongan, Awalnya saya mengira mungkin disini tidak asik dan tidak akan menemukan banyak pengalaman baru disini, Tetapi pikiran saya itu berlawanan dengan kenyatannya, Saya menemukan banyak pengalaman baru disini,
Mungkin nanti juga tidak akan terlupakan semua kenangan dari sini, Saya disini juga mendapat ilmu yang jarang di dapatkan oleh orang lain, Karena Pak Ali membagikan ilmunya secara cuma-cuma tidak pandang bulu kepada anak-anak PSG, Terima kasih Pak Ali atas semuanya, Meskipun kita terkadang juga banyak merepotkan bapak selama ini.

Sampai sekarang saya masih bingung, Kalau saya bisa menjadi seberubah ini, Semuanya telah mengubah hidup saya menjadi lebih baik, Saya sangat bersyukur bisa mondok terus bisa menambah pengalaman saya di tempat PSG yang sudah di pilihkan ini.

Mungkin hanya itu sedikit yang bisa saya bagi, semoga basa-basi saya ini bisa bermanfaat bagi semua 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *