Home >> My Life >> My Students >> Dianti Nur Candriana Akfi – Multimedia SMK Budi Utomo 2016
Dianti Nur Candriana Akfi

Dianti Nur Candriana Akfi – Multimedia SMK Budi Utomo 2016

Dianti Nur Candriana Akfi lahir di Jombang pada tanggal 12 November 1999. Lahir di tengah keluarga sederhana dari pasangan Nurhidayat dan Sri Eny Sutamar yang sekarang tinggal di Kediri. Bapaknya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di SMP Negeri 7 Kediri. Sedangkan Ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Dia anak terakhir dari lima bersaudara. Kakaknya ada empat, tiga perempuan dan satu laki-laki. Kakak pertamanya bernama Dina Nurani Fauziah, yang ke dua bernama Neti Puspita Zuly, yang ke tiga bernama Ratna Susanti dan yang ke empat bernama Aleks Hendra Laksana. Ke empat kakaknya sudah berkeluarga. Jarak umur antara kakaknya yang ke empat dengan dia lumayan jauh sekitar 15 tahun.

Dia alumni dari TK Dharma Wanita Ngino, SD Negeri Ngino dan alumni dari SMP Negeri 1 Plemahan. Dan sekarang dia sekolah di SMK Budi Utomo mengambil jurusan Multimedia. Dia tinggal di kost Peta dan sekaligus menjadi santri Gadingmangu. Dan dia PSG/PKL (Praktek Kerja Lapang) di Manshurin-Lamongan selama 3 bulan. Setelah lulus dari SMK, dia ingin melanjutkan kuliah sesuai juusannya. Ini kisahnya.

Keinginan untuk sekolah sambil mondok sudah menjadi keinginan terbesarku. Seiring jaman sekarang, pergaulan bebas dimana-mana menjadikanku takut untuk sekolah di luar. Keluarga juga sangat setuju dengan  keputusanku. Tapi, salah satu keluargaku yaitu ayahku sempat tidak setuju. Dia ingin aku masuk salah satu SMA Negeri di Kediri. Setelah seluruh keluargaku membujuknya untuk setuju aku sekolah sambil mondok, akhirnya dia setuju. Setelah UN selesai dan perpisahan sudah terlewatkan.

Aku menunggu pendaftaran dibuka dari sebuah Yayasan Pendidikan yang aku harapkan. Ditengah-tengah penantian itu aku merasa Ibuku mulai bersikap seakan-akan dia tidak ridho aku masuk SMA Budi Utomo. Aku hanya mengandalkan do’a ketika itu. Dan ternyata benar, entah mengapa Allah membuatku santai dalam penantian yang cukup lama sekitar 1 bulan. Aku tidak bergerak sama sekali untuk mencari kabar tentang sekolah itu. Kejutan yang tak diinginkan terjadi di masa sulitku. Aku telat dafar sekolah, pendaftarannya sudah ditutup. Seketika itu aku langsung duduk sambil menahan air mata. Ibu duduk disampingku dan menasihatiku. Aku langsung minta do’a ibu, aku minta barokah-Nya. Lalu saudaraku memberiku saran untuk masuk SMK saja. Aku berpikir lagi harus masuk jurusan apa? Sedangkan aku tetap bertekad harus sekolah di Yayasan itu karena aku tidak ingin merusak masa depanku dengan pergaulan bebas, aku tidak ingin terpengaruh di luar sana dan aku takut tidak sanggup mengendalikan diriku jika aku sekolah di luar. Akhirnya aku setuju dan esoknya langsung berangkat ke SMK. Di hari terakhir pendaftaran aku mengisi formulir. Jurusan yang masih tersisa hanya ada MM dan AK. Seketika aku mengambil MM tanpa tahu alasannya. Sempat bingung tapi tanganku mengambil sendiri kartu jurusan MM itu. Dua hari setelah pendaftaran aku harus ikut seleksi tulis dan nilai yang aku dapat cukup baik walaupun tidak belajar sama sekali.

Di sini Allah punya rencana lain yang suatu saat berguna untukku. Aku tetap bersyukur  bisa masuk Yayasan itu walupun tidak di SMA. Berarti barokah Allah ada di SMK. Aku tidak menuntut harus punya ilmu dunia yang tinggi. Seandainya suatu saat Allah mentakdirkanku menjadi orang yang sukses di dunia, jangan sampai aku lalai dengan kewajiban dan tujuanku hidup. Aku hanya mencari ridho Allah. Aku tidak minta dipuji di dunia ini. Aku sekolah hanya untuk mencari title di dunia. Aku mondok untuk mencari investasi di akhirot.

Itulah sekilas kisahnya.

Dia memiliki sifat plegmatis, suka memendam perasaan. Apabila dia sedang mendapat masalah, dia sulit mengungkapkannya pada orang lain. Dia lebih memilih memendamnya dan diam untuk memikirkan bagaimana cara menyelesaikan masalah itu sendiri. Tapi apabila dia sudah tidak tahan dan tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri, dia bisa saja berontak dan memaksakan kehendaknya. Tapi secara perlahan dan pertolongan Allah sampai saat ini dia selalu bisa menyelesaikan masalahnya tanpa menyusahkan orang lain. Dia oragnya senang berpikir bahkan bisa saja kejadian apapun dan siapapun disekitarnya tidak dihiraukan lagi. Tapi dia selalu ingat dengan kejadian yang dia lihat disekitarnya tidak terkecuali saat dia sibuk sekalipun, tapi tetap saja tidak dihiraukan olehnya. Mungkin kejadian itu hanya di lihatnya saja. Itu adalah salah satu kelemahannya. Disamping itu dia tetap selalu menyempatkan untuk mengawali menyapa orang-orang di sekitarnya. Secuek apapun dia seperti yang dikatakan orang-orang di sekitarnya, dia tetap peduli.

Disaat orang lain ingin mendapatkan perhatiannya, seringkali orang-orang disekitarnya dibuat jengkel karena sikap cueknya. Begitu juga dengan orang yang ingin kenal dengannya, dia tetap cuek sehingga membuat orang yang ingin mengenalnya harus kerja keras mendapat respon darinya. Tanpa sengaja selama ini dia telah membuat orang penasaran dengan sikapnya. Tapi setelah mereka mendapat respon darinya dan kenal dekat, mereka tidak menyangka kalau sebenarnya Dianti itu sama saja. Dia suka bercanda, jahil, suka buat orang jengkel, kalau target yang dijahilinya belum marah bahkan belum nangis, dia belum puas. Tapi bercandanya ada batasnya. Setelah jahil dia tetap minta maaf terlebih dahulu. Dia kalau bercanda tahu tempat dan waktu. Sehingga orang belum sempat memarahinya karna menjahili temannya. Mungkin hanya ditegur lalu disuruh diam saja. Setelah itu jahil lagi.

Pesanku, kenali aku dengan caramu sendiri dari apa yang kamu lihat bukan yang kamu dengar. Tak kenal maka kenalan lah..jangan malu dianggap sok kenal kalau memang belum kenal. Terus, kalau gak kenalan kapan kenalnya?

Multimedia 3 2016/2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *