Kebersamaan Orang Tua Dan Anak

Waktu saya masih kecil bapak pernah berpesan ” Kalau ingin hidupmu mulia dunia akhirat, maka hormatilah kedua Orang tuamu, Sejelek apapun orang tuamu, dan dalam kondisi apapun orang tuamu, itu tetap orang tuamu. Muliakanlah Orang Tuamu, Kamu Akan Jadi Orang Yang Mulia “.

Kebersamaan Orang Tua Dan Anak
Kebersamaan Orang Tua Dan Anak

Sekarang dengan era globalisasi, pengaruh budaya barat semakin mewarnai kehidupan anak muda jaman sekarang. Banyak sekali hal hal yang menyimpang dari budaya tersebut yang di telan mentah mentah tanpa di saring terlebih dahulu. Akhlak manusia semakin rusak karena sudah tidak mengikuti aturan budaya sopan santun bahkan banyak yang menyimpang dari aturan agama. Hilangnya rasa malu, rasa hormat, tidak adanya sopan santun , anak berani sama orang tua, anak muda tidak lagi menghargai orang yang lebih tua, dan marak terjadi tawuran bahkan sampai berakibat kematian. Pemerkosaan semakin merajalela, yang lebih mengerikan lagi peredaran obat terlarang sudah sampai ke pelosok desa.

Dalam sebuah hadist di Tirmidzi di riwayatkan :

Dari Abi Hurairah, dia berkata Rasulullah SAW bersabda : Ketika harta jarahan di ambil sebagai putaran ( tidak di bagi sesuai peraturan yang ada ) dan amanah sebagai jarahan, dan membayar zakat karena terpaksa dan ilmu yang di pelajari untuk selain agama dan seorang laki laki takut pada istrinya dan seorang anak durhaka pada ibunya , lebih dekat dengan temannya dan menjauhkan diri dari bapaknya , dan lahirlah suara keras di dalam masjid, dan yang memimpin pada golongan adalah orang orang yang fasiqnya mereka, dan pemimpinnya kaum lebih asornya mereka dan di muliakan seorang laki laki karena takut kejelekannya, dan lahir dari beberapa penyanyi wanita, dan beberapa alat lahan dan telah di minum minuman keras, dan akhirnya umat ( generasi muda ) mendoakan laknat pada awalnya generasi ( generasi tua ), maka hendaklah mereka menunggu di saat demikian angin yang merah dan gempa dan ambles dan jelmaan dan lemparan batu dari langit dan tanda tanda ( siksaan ) yang berturut turut seperti untaian permata yang rusak, yang di putus benang benangnya maka berturut turutlah siksaan itu . ( HR At Tirmidzi ).

Kita harus sadar, bahwa kita sebagai manusia berkewajiban untuk ibadah. Memperbanyak bersyukur pada Allah dan perlu di ingat bahwa kita bisa berada di dunia itu lantaran orang tua kita. Ada kedua orang tua yang menjadi perantara kita bisa hidup dan bisa tumbuh berkembang menikmati indahnya dunia yang sementara. Dengan kita berbakti dan hormat kepada orang tua kita untuk mendapat derajat yang tinggi di akhirat nanti.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY