Home >> Pendidikan >> Ayo Pelajari Sejarah Kerajaan Kediri
Kerajaan Kediri
Kerajaan Kediri

Ayo Pelajari Sejarah Kerajaan Kediri

Kerajaan Kediri adalah sebuah kerjaan yang bercorak Hindhu Budha. Kerajaan yang bediri pada tahun 1024 merupakan bagian dari kerajaan yang lebih besar, kerajaan yang lebih besar itu adalah kerajaan Mataram Kuno atau orang dulu menyebutnya Wangsa Isyana, dan letak kerajaan ini tepat di tepi sungai Berantas yang pada masa itu sungai Berantas menjadi salah satu pelayaran terbesar.

1.Berdirinya Kerajaan Kediri

Pada Tahun 1019, Pada masa itu Airlangga berhasil menjadi raja Medang Kamulan. Pada saat memerintah Airlangga berhasil mengembalikan kewibawaan Medang Kamulan dan Airlangga bisa memindakan kepemerintahannya di Kahuripan. Namun pada tahun 1041 Airlangga membagi kepemerintahan menjadi dua bagian. Yang membagi kepemerintahan ini adalah Mpu Bharada, dia adalah Brahmana yang terkenal sangat sakti. Kerajaan yang terbagi menjadi dua itu dikenal sebagai Jenggala (Kahuripan) dan Panjalu (Kediri) dan dipisahkan oleh gunung Kawi dan sungai Berantas. Kemudian kejadian ini di kisahkan dalam Prasasti Mahasukbya, Serat aclon Arang dan Kitab Negarakertagama. Pada awalnya memecah kepemerintahan bertujuan untuk menghindari perebutan kekuasaan, pada praktiknya kedua putra Airlangga bersaing untuk merebutkan kekuasaan meskipun sudah masing-masing sudah diberi kerajaan sendiri.

Kerajaan Jenggala meliputi Daerah Malang dan Delta sungai Berantas dan pelabuhannya berada di Surabaya, Rembang, dan juga Pasuruhan sedangkan Ibu Kotanya Kahuripan, sedangkan kerajaan panjalu berada di Kediri yang meliputi Madiun yang ibu kotanya Daha. Dari peninggalan-peninggalan yang di temukan berupa prasasti menunjukkan bahwa masing-masing kerajaan merasa berhak atas seluruh tahta Airlangga sehingga halitu juga yang mengakibatkan terjadinya peperangan.

Kerajaan Jenggala Kediri
Kerajaan Jenggala Kediri

Pada akhir November 1042, Airlangga terpaksa memebelah wilayah kerajaannya karena kdua putranya bersaing untuk merebutkan tahta darinya Putra yang bernama Sri  Samarawijaya mendapatkan kerajaan barat yang bernama Panjalu yang berpusat di kota baru, yang tepatnya terletak di Daha, sedangkan Putra yang bernama Mapanji Garasakan mendapatkan kerajaan Timur yang di beri nama Kerajaan Jenggala yang letaknya berpusat di kota lama, yaitu Kahuripan.

Perang saudara ini awalnya dimenangkan oleh Jenggala tetapi pada perkembangan selanjutnya yang memenangkan peperangan dan menjadi pewaris seluruh tahta dari Airlangga adalah Kerajaan Panjalu atau Kediri, dengan demikian di Jawa Timur berdirilah kerajaan Kediri dengan berbagai bukti-bukti yang menjelaskan kerajaan itu.

2.Raja-Raja yang Memimpin Kerajaan Kediri

1.Sri Samarawijaya, raja ini merupakan putra dari Airlangga yang namanya di temukan dalam Prasasti Pamwatan tahun 1042.

2.Sri Jayawarsa, di tetapkan sebagai raja karena berdasarkan peninggalan yang ada di Prasasti Keting tahun 1104. Namun tidak diketahui secara jelas apakah dia menjadi pengganti langsung dari Sri Samarawijaya.

3.Sri Bameswara, berdasarkan ditemukannya Prasasti Padelegan I. Pada tahun 1117, dan juga ada di Prasasti Panumbangan tahun 1120, dan yang terakhir terdapat di Prasasti Tangkilan tahun 1130.

4.Sri Jayabhaya, yang merupakan raja terbesar Panjalu, berdasarkan Prasasti Ngantang tahun 1135.

5.Sri Sareswara, berdasarkan Prasasti Padegelan II tahun 1159.

6.Sri Aryeswara, yang berdasarkan Prasasti Angin tahun 1171.

7.Sri Gandra, berdasarkan Prasasti Jaring 1181.

8.Sri Kameswara, berasarkan Prasasti Ceker tahun 1182.

9.Sri Kertajaya, berdasarkan Prasasti Galunggung tahun 1194.

3.Masa-masa Kejayaan Kerajaan Kediri

Kerajaan Kediri mencapai kejayaan pada saat masa pemerintahan Raja Jayabaya. Kekuasaannya semakin meluas yang awalnya hanya Jawa Timur Menjadi selurh Daerah di Pulau Jawa, bukan hanya itu saja kerajaan Kediri juga Masuk di Daerah Sumatera yang di kuasai Kerajaan Sriwijaya. Kejayaan pada masa itu menjai semakin kuat ketika ada catatan kronik China  yang berisi tentang Negeri terkaya dimasa Kerajaan Kediri dipimpin oleh Raja Sri Jayabaya. Bukan hanya Daerah kekuasaan yang semakin meluas, namun seni sastra yang ada cukup mendapat perhatian. Dengan emikian kerajaan Kediri semakin di segani di masa itu.

4.Masa Dimana Kerajaan Kediri Runtuh

Masa runtuhnya kerajaan Kediri pada waktu dipimpin oleh Raja Kertajaya, terjadi karena ada pertentangan dengan kaum Brahmana. Mereka menganggap Kertajaya telah melanggar agama dan memaksa menyembahnya sebagai dewa. Yang berlanjut dengan kaum Brahmana yang meminta batuan Ken Arok, Akuwu, Tumampel. Permusuhan memuncak dan menjadi pertempuran yang sangat hebat di Desa Ganter tahun 1222 M. Dalam pertempuran itu Ken Arok berhasil Mengalahkan Kertajaya, yang pada saat itu menandakan berakhirnya kerajaan Kediri.

Demikianlah beberapa ulasan mengenai Kerajaan Kediri, semoga wawasan kita tentang sejarah semakin bertambah. Selamat Membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *