Home >> My Life >> My Journey >> Ali Mustika Sari – Anak Desa Rejeki Kota bahkan Mancanegara
Ali Mustika Sari Anak Desa Rejeki Kota
Ali Mustika Sari Anak Desa Rejeki Kota

Ali Mustika Sari – Anak Desa Rejeki Kota bahkan Mancanegara

Waktu kecil memang saya dari keluarga yang kurang mampu, awalnya bapak saya seorang petani yang punya sepetak sawah namun hasilnya dimakan untuk panen berikutnya tidak cukup sehingga harus keluar desa untuk bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Hingga akhirnya menjadi kuli bangunan di luar negeri ( Malaysia ).

Karena bapak saya seorang mubaligh, sejak kecil saya ingin menjadi mubaligh tapi bukan sekedar  mubaligh. Tapi ingin jadi mubaligh yang mandiri dan berpendidikan dunia juga tinggi. Ternyata cita cita saya di sambut baik oleh orang tua tapi menjadi bahan ejekan masyarakat di kampung. ” Jangan punya cita cita yang tinggi, nanti kalau jatuh sakit “, hal tersebut yang disampaikan saudara saudara menceritakan impian saya tersebut. Bahkan kalau bercerita ke tetangga atau orang di dusun saya, bukannya di motivasi malah dicaci. Bahkan lebih ekstrim lagi di saat bapak menjadi KULI BANGUNAN alias TKI saya bercita cita bisa keluar negeri sebagai Pelancong ( wisatawan ), Ga Kerja dapat uang ( Ongkang ongkang tiap hari tapi tetap dapat bayaran ) dan jadi Sarjana yang mubaligh plus orang kaya (Agnia) plus ingin merasakan kerja sama orang Luar negeri tanpa pergi keluar negeri. Namun, bukan motivasi yang saya dapatkan, bahkan ada yang memperingatkan AWAS JADI STRESS :D.

Meskipun impian saya terbilang nyleneh dan aneh di kalangan masyarakat di desa. Saya tetap yakin dan optimis suatu saat akan berhasil jika saya bersungguh sungguh serta banyak doa. Untuk mewujudkan mimpi tersebut tidak mudah, perlu perjuangan yang sangat sulit dan kerja keras serta kerja cerdas dalam jangka waktu yang cukup lama. Saya berusaha menutup mata dan telinga dari perkataan yang negatif dan selalu menuju ke depan, sejenak kadang melihat kebelakang untuk evaluasi apa yang kurang untuk mewujudkan cita cita tersebut. Sharing dengan orang yang sukses  baik urusan agama maupun dunia. Dan saya selalu yakin di atas langit masih ada langit sehingga terus belajar dan belajar.

Tahun 2009, Allah telah membuka pintu awal kesuksesan yang tidak disangka sangka. Allah memberi Qodar bisa mondok di Pesantren Mahasiswa Khoirul Huda Nginden Surabaya sebagai angkatan pertama siswa pondok sejak 2007, serta di terima menjadi pegawai tetap Guardino Associate LLC Florida USA. Lulus jadi mubaligh 2011 dan bisa keliling di beberapa negara bukan menjadi TKI namun menjadi wisatawan.

Penampilan Saat di Desa
Penampilan Saat di Desa

Anak Desa Rejeki Kota bukan sedekar tulisan, namun kalimat tersebut menjadikan motivasi yang sangat kuat untuk sukses dunia akhirat meskipun berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tapi walaupun sudah di Kota lama, saya tetap orang desa dan saat kembali ke desa saya tetaplah orang desa. Gaya bahasa tetap orang desa, penampilan juga orang desa. Namun kalau ke kota juga gaya bahasa orang desa penampilan juga orang desa. Kecuali saat ada acara penting atau di perusahaan juga bisa menjadi orang KOTA.

Salah Satu Penampilan Resmi Menghadiri Undangan
Salah Satu Penampilan Resmi Menghadiri Undangan

Karena memang saya orang desa, walaupun di permak bagaimanapun sangat susah berpenampilan orang KOTA. Bahkan walaupun sudah menjadi pimpinan perusahaan namun tetap saja orang mengira saya itu Kurir, Sopir, Karyawan, Kuli dan banyak hal lain yang di kira customer kepada saya. Tapi saya nyaman nyaman saja dengan semua itu, dan hampir tidak pernah marah kalau orang salah dengan saya.

Dan pesan Almarhum bapak saya ” Muslim Bin Sutawi ” :

Saat di Desa Jadilah Orang Desa
Saat di Kota Jadilah Orang Kota

” Janganlah jadi orang desa yang berlagak seprti orang kota tapi ga ngerti apa apa.
Namun jadilah orang desa yang berpenghasilan kota dan punya kemampuan tidak kalah dengan orang yang di kota dengan hidup yang sederhana tanpa minta minta.”

 

Di Bawah ini Beberapa Foto saat di Desa dan Di Kota :

Foto Bareng Mbah Sih
Foto Bareng Mbah Sih
Bantu Panen Mak
Bantu Panen Mak
Penampilan Di Desa Pakai Kaos Oblong
Penampilan Di Desa Pakai Kaos Oblong
Di Saat di Kantor
Di Saat di Kantor
Foto Bersama General Manager Cambium Network
Foto Bersama General Manager Cambium Network
Foto Bersama Pak Yohanes Dan Mr Kavin General Manager NComputing dr Singapore
Foto Bersama Pak Yohanes Dan Mr Kavin General Manager NComputing dr Singapore
Perjalanan ke Thailand
Perjalanan ke Thailand
Perjalanan Ke Malaysia
Perjalanan Ke Malaysia

NB :

Foto foto di atas tidak ada niatan Sombong ingin dipuji atau merendahkan diri untuk di kasihani, namun semoga jadi motivasi bagi semua yang membaca. Bahwa orang desa atau orang miskin pun masih layak mendapat jatah untuk sukses dunia dan akhirat.

 

5 Komentar

  1. Luar biasa jenengan niku mas, jadi pengen seperti jenengan, semoga tercapai..
    Sehat selalu mas..

  2. keren mas njenengan semoga selalu sukses dalam bloggingnya salam kenal mas

  3. alhamdulillah rezeki mah ga kemana asal mau berusaha dan berikhtiar ya mas,salam sukses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *