Home >> Gaya Hidup >> 4 Biaya Tak Terduga Dalam Pernikahan
Biaya Pernikahan
Biaya Pernikahan

4 Biaya Tak Terduga Dalam Pernikahan

Dalam mempersiapkan pernikahan, menghitung berapa biaya yang akan dikeluarkan tentu saja sangat krusial. Akan tetapi, terkadang ada juga biaya-biaya tak terduga yang sering kita lupakan. Hal ini biasanya dikarenakan oleh total biaya yang dikeluarkan tidak sebesar biaya untuk elemen pernikahan lainnya seperti dekorasi atau catering. Tapi seperti kata pepatah “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit!” Awalnya memang tidak terasa mengeluarkan uang, lama-lama ternyata banyak sekali biaya tidak terduga yang telah dikeluarkan. Untuk itu, hari ini Anaria Wedding akan membahas mengenai 4 biaya tak terduga dalam merencanakan pernikahan dan cara menghindarinya!

  1. Biaya vendor non rekanan

Biaya ini mungkin adalah biaya yang paling tidak disukai oleh para calon pengantin. Memang sebal sekali rasanya jika kita tidak menemukan vendor rekanan gedung/hotel yang kita sukai. Tidak hanya itu, makin sebal ketika tahu bahwa ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan ketika kamu menggunakan vendor non-rekanan gedung/hotel tempat kamu menikah.  Biaya ini pun tidak jarang sangat tinggi lho! Sebagai contoh saja, sebuah venue pernikahan di Jakarta Selatan memberikancharge sebesar Rp. 8,000,000 jika pengantin mau memakai vendor photography yang bukan rekanan mereka. It’s a lot of money right!

Oleh karena itu, sebelum kamu memutuskan memilih venue pernikahan, lebih baik jika kamu melihat list vendor dan juga tahu berapa biaya yang harus kamu keluarkan jika memutuskan untuk menggunakan vendor non rekanan.

  1. Biaya makan para pekerja di pernikahan

Biaya makan para pekerja ini adalah untuk tenaga yang bekerja pada hari H pernikahanmu seperti satpam, tukang dekorasi, EO dan lainnya. Biaya ini sering kali kita lupakan karena mungkin sudah terlalu sibuk dengan urusan lainnya. Tapi ingat lho biaya ini tidak sedikit dan juga bisa mempengaruhi hari H pernikahanmu.

Supaya kamu dan keluarga tidak kelimpungan ketika hari H, mungkin ada baiknya jika dari awal kamu meminta EO atau panitia dari keluargamu untuk mengatur hal ini. Misalkan kamu bisa meminta mereka untuk menghitung dari awal berapa jumlah pekerja yang akan terlibat, lalu kalikan dengan standar uang makan mereka, sehingga nanti EO atau anggota panitia lah yang mengatur hal ini.

  1. Biaya pengiriman undangan

Nah, urusan undangan itu tidak hanya selesai pada proses produksi saja lho! Pengiriman undangan juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ketika saya menikah kemarin, kami lupa untuk mencantumkan biaya pengiriman undangan ini ke catatan budget pernikahan. Padahal setelah dihitung, ternyata jumlahnya lumayan juga lho! Misalnya, ada 500 undangan yang akan kamu kirimkan melalui kurir. Satu undangan itu kira-kira menghabiskan biaya minimal Rp. 8,000. Total biaya pengiriman ini bisa mencapai Rp. 4,000,000! Belum lagi jika undangan kamu tebal dan kamu menginginkan one-day service, biayanya tentu saja lebih besar lagi! Jadi don’t forget to add this cost to your budgeting document!

  1. Biaya “pelicin”

Tidak bisa dipungkiri di Indonesia kita masih harus membayar biaya pelicin kepada banyak pihak. Hal ini biasanya lebih sering terjadi kalau kamu menikah di gedung, meskipun bukan berarti semua gedung seperti ini ya. Biasanya ada biaya tak terduga seperti biaya preman, biaya “keramaian” dan lainnya. Pastikan kamu bertanya dahulu kepada EO kamu karena biasanya mereka sudah tahu prosedur setiap gedung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *