Home >> My Life >> 24 Juli 1986
Ali Mustika Sari Semasa Kecil

24 Juli 1986

24 Juli 1986  ku telah di lahirkan dari perut seorang ibu yang sangat ku sayangi. Ku di lahirkan dari keluarga yang kurang mampu. Bapak bekerja sebagai buruh tani dan ibuku sebagai buruh tani sekaligus merangkap sebagai ibu rumah tangga. Dan orang melihat saya sekarang, di kira saya ini adalah anak orang kaya, hidup selalu di manja dan sebagainya. Kata orang tuaku, semasa aku kecil, ku ini sering di tinggal orang tua untuk mencari sesuap nasi. Betapa senang orang tuaku jika habis jadi buruh di desa lain, dan pulang membawa Jagung untuk di masak dan sedikit di jual untuk lauknya. Bahkan orang tuaku tidak pernah berpikir nantinya bisa membangun rumah sendiri.

Ali Mustika Sari Semasa Kecil
Ali Mustika Sari Semasa Kecil

Di saat ku udah mulai umur 3 tahun, dan bahkan sampai sekarang ku mempunyai banyak panggilan.
Olong, Gepeng, Gembeng dan Jemblung itulah panggilan masa kecilku…dan yang masih sampai sekarang adalah si OLONG dan si JEMBLUNG.

  • Gepeng : panggilan pada diriku karena kepala saya yang tidak rata alias gepeng dan penceng. kalau di lihat dari depan tampak bagus tapi kalau di lihat dari samping, kepalaku lonjong ke atas, sehingga banyak orang yang panggilku GEPENG.

 

  • Gembeng alias Cengeng, saat ku masih kecil ku itu penakut dan sangat mudah nangis. sampai sampai ku sering di godain sampai nangis.

 

  • Jemblung, kalau dalam bahasa indonesia itu perut buncit..Kalau waktu kecil perutku itu besar kaya anak busung lapar…Perut besar tapi kurus kerontang sehingga orang menjulukiku si Jemblung

 

  • Olong : panggilan inilah yang sampai sekarang masih banyak orang memanggilku..Olong itu karena mata saya lebar dan di sebut PLOLONG..bahkan ibu ku juga sering di panggil makne olong..karena julukanku di rumah adalah Si Olong..

Di saat masih kecil, ku sangat jarang sekali makan enak..bahkan untuk makan tempe saja itu tidak bisa setiap hari..Nasi yang di makan juga sering NASI JAGUNG, NASI KARAK tapi kalau Bapak habis dari buruh di desa lain baru bisa makan Nasi Beras…Sehingga bapakku memutuskan untuk menjadi seorang TKI di malaysia dan bekerja di sana untuk mendapatkan penghasilan yang lumayan sehingga bisa memberi nafkah dan bisa anaknya sekolah……

One comment

  1. sampean lamongan mana, mas?, saya juga dari lamongan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *