Home >> My Journey >> My Note >> Yuk Kenali 10 Kain Tradisional Negara Kita!
Kenali 10 Jenis Kain Tradisional Indonesia Ini
Kenali 10 Jenis Kain Tradisional Indonesia Ini

Yuk Kenali 10 Kain Tradisional Negara Kita!

Indonesia merupakan suatu Negara yang memiliki banyak sekali keindahan, entah itu dari segi alamnya, budaya-buadayanya, maupun karya-karya yang diciptakan oleh masyarakat Indonesia.  Dan salah satu yang membuat kagum masyarakat mancanegara adalah keindahan kain-kain khas Indonesia. Jika masyarakat mancanegara saja banyak yang mengenali kain khas Indonesia, bagaimana dengan anda yang masyarakat Indonesia sendiri? Apakah anda sudah tahu apa saja kain khas Negara kita? Bagi anda yang selama ini hanya mengetahui batik saja sebagai kain khas Negara kita ini, pda artikel kali ini saya akan menyebutkan dan menjelaskan tentang 13 kain khas Indonesia, yaitu:

1.Batik

Kain Batik
Kain Batik

Kain tradisional Negara Indonesia ini berkali-kali hampir diakui sebagai kain khas Negara tetangga. Padahal sudah jelas batik berasal dari dua bahasa jawa yang disatukan yaitu amba yang berarti menulis dan titik yang artiya titik. Batik merupakan karya masyarakat Indonesia yang awalanya berasal dari jawa, dan sekarang hampir di seluruh provinsi di Indonesia memiliki batik khas masing-masing. Mulanya, batik di buat menggunakan kain mori lalu digambar menggunakan canting dan lilin cair, namun semakin berkembangnya zaman, batik dibuat menggunakan bahan kain yang bagus dan berkualitas. Motif atau corak pada kain batik bukan hanya indah dipandang namun juga mengandung berbagai lambang dan makna yang berbeda-beda.

2.Ulos

Kain Ulos
Kain Ulos

Ulos merupakan kain khas Indonesia yang dibuat oleh masayarakat batak dengan cara ditenun. Masyarakat batak biasa menggunakan kain ulos hanya saat ada acara-acara tertentu seperti pernikahan, kelahiran, dan duka cita. Ulos juga sering diberikan pada ibu hamil karna dipercaya dapat melindungi bayi dari bahaya serta dapat melancarkan proses kelahiran. Ulos memiliki warna dominan merah, putih, dan hitam yang dihiasi dengan benang emas atau perak. Saat ini ada beberapa kain ulos yang sudah dinyatakan punah yaitu ulos ragi botok, ulos raja, ulos saput, ulos gobar, dan ulos sibolang.

3.Tenun Ikat

Kain Tenun Ikat
Kain Tenun Ikat

Kain tenun ikat merupakan kain khas Indonesia yang dibuat dengan cara ditenun menggunakan benang yang sebelumnya sudah dicelupkan ke dalam zat pewarna alami. Sebelum ditenun, benang-benang sudah disusun agar corak kain tenun dapat sesuai dengan keinginan, alat menenunnya pun masih menggunakan alat tradisonal. Daerah di Indonesia yang terkenal dengan kain tenun ikatnya adalah Sintang, Toraja, Bali, Lombok, Sumba, Sumbawa, Jepara, dan Flores.

4.Kain Gringsing

Kain Gringsing
Kain Gringsing

Kain gringsing merupakan kain khas Indonesia yang berasal dari Tenangan, Bali. Pembuatannya membutuhkan waktu yang sangat lama yaitu sekitar 2-5 tahun. Ini dikarenakan proses pembuatannya menggunakan teknik dobel ikat dan menggunakan kinerja tangan tanpa bantuan alat sedikitpun. Gringsing berasal dari dua kata yaitu gring yang berarti sakit dan sing yang berarti tidak, makna keseluruhannya adalah seperti penolak bala dan penyembuhan penyakit.

5.Songket

Kain Songket Minangkabau
Kain Songket Minangkabau

Songket merupakan kain khas Indonesia yang berasal dari Minangkabau dan tergolong keluarga tenunan brokat. Songket dibuat dengan cara ditenun menggunakan tangan dan benang emas atau perak. Kata songket berasal dari istilah sungkit yang dalam bahasa melayu berarti mengait, hal ini sesuai dengan cara pembuatannya yaitu dengan mengambil beberapa helai kanin tenun yang kemudian menyelipkan benang ke  dalamnya. Kain songket memiliki berbagai motif yang sesuai dengan ciri khas masyarakat setempat seperti Barantai Merah, Barantai Putiah, Saik Kalamai, dan Buah Palo, dan masih banyak motif kain songket yang belum dipatenkan.

6.Sasirangan

 

Kain Sasirangan
Kain Sasirangan

Kain sasirangan berasal dari suku Banjar, Kalimantan Selatan. Kata sasirangan diambil dari kata sirang yang berarti diikat atau dijahit dengan menggunakan tangan dan dijelujur benangnya. Kain sasirangan biasa dibuat dari kain mori atau kain katun yang digambari motif, lalu dijelujur berdasarkan motif yang telah digambar. Ciri khas kain sasirangan adalah motifnya yang sangat menonjolkan adat Kalimantan, dan saat ini ada sekitar 30 motif kain sasirangan, di antaranya Naga Balimbur, Bayam Raja, dan Daun Taruju.

7.Tapis

Kain Tapis
Kain Tapis

Kain tapis merupakan salah satu karya masyarakat Lampung, kain tapis di buat oleh masyarakat Lampung dengan tujuan menyelaraskan kehidupan dengan alam semesta serta dengan sang pencipta. Cara pembuatan kain tapis adalah dengan disulam menggunakan alat tradisional, dan membutuhkan waktu yang berbulan-bulan untuk menyelesaikannya. Pada umumnya kain tapis bermotif piramida, zigzag, flora, serta fauna.

8.Besurek

Kain Besurek
Kain Besurek

Kain besurek berasal dari Bengkulu, besurek memiliki arti bersurat atau bertuliskan. Kain ini dinamakan besurek karna memiliki motif seperti huruf arab gundul atau kaligrafi. Motif kain besurek banyak dipengaruhi oleh unsur islam. Pembuatannya tidak jauh berbeda dengan kain batik, namun warna kain besurek lebih cerah dan lebih beragam.

9.Tenun Dayak

Kain Tenun Dayak
Kain Tenun Dayak

Sama dengan namanya, kain tenun dayak berasal dari masayarakat Dayak. Kain ini dibuat menggunakan alat yang disebut dengan gedok, proses pengerjaannya pun membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu sampai berbulan-bulan. Pewarnaan kain tenun dayak menggunakan bahan-bahan alami sehingga warna yang dihasilkan juga terlihat cantik. Kain tenun dayak biasanya bermotif flora dan fauna yang ada di sekitar masyarakat Dayak, dan sangat khas dengan Kalimantan. Kain tenun dayak ini merupakan salah satu kain khas Indonesia yang sangat digemari oleh turis mancanegara.

10.Sutra Bugis

Kain Sutra Bugis
Kain Sutra Bugis

Kain sutra bugis berasal dari suku Bugis, Sulawesi Selatan. Kain sutra bugis ditenun menggunakan benang yang dihasilkan dari ulat sutra atau yang biasa disebut kokon oleh masyarakat Bugis. Dan jika diperhatikan, kain sutra bugis memiliki motif kotak-kotak yang berbeda-beda, dan perbedaan ukuran kotak pada kain sutra bugis juga mengandung makna yang berbeda-beda. Pada zaman dahulu, motif kotak-kotak kain sutra bugis ini dijadikan simbol atau tanda bahwa orang itu sudah menikah atau belum, kotak dengan ukuran yang kecil serta berwarna merah cerah dipakai oleh perempuan yang belum menikah, sedangkan motif kotak yang besar dengan warna merah terang atau merah keemasan dipakai oleh pria yang belum menikah.

Sebenarnya selain 10 kain khas Indonesia di atas, masih ada banyak lagi kain khas negara kita tercinta ini. Tetap cintai dan pakai produk lokal ya! Semoga artikel ini bermanfaat!

About Fatka Aulia

Hidup memang susah untuk ditebak, namun jika kita merancang hidup ini dengan do'a dan usaha yang konsisten, maka kita akan mendapatkan hidup yang kita inginkan. Itulah kata-kata yang selama ini saya terapakan dalam kehidupan saya. Strive for your life!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *